Lihat ke Halaman Asli

Cerpen | Kesalahan Mendidik Clara

Diperbarui: 13 Januari 2019   15:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi : Pixabay

Kebiasaan anak-anak masa kini itu mengikuti apa yang mereka lihat. Seperti sinetron di televisi. Yang sebenarnya tidak memberi pengaruh positif untuk anak-anak. Yang ada, mereka malah menjadi ratu drama.

Seharusnya para orang tua membatasi tontonan anak. Tidak semua tontonan televisi dapat anak-anak lihat. Sangat miris memang, ketika tayangan sinetron lebih banyak daripada tayangan mendidik atau kartun.

Pantas saja para orang tua sekarang memberikan ponsel untuk anak-anak. Agar anak dapat menonton kartun atau tayangan mendidik yang ada di youtube. Tapi para orang tua juga harus tetap mengawasi dan membatasi tontonan. Ada saatnya untuk belajar, bermain dan menonton.

Ya, para orang tua harus tetap mengawasi tontonan anak yang di hadirkan di youtube. Agar tidak terulang kembali seperti Clara. Ia tetanggaku, berusia 4 tahun. Ia baru memasuki sekolah TK.

Aku melihatnya dari balik jendela kamar. Setiap hari yang ia lakukan hanya memainkan ponsel sambil makan camilan. Kadang, aku melihatnya menari-nari sendiri dan tertawa sendiri. Padahal di luar sana banyak anak seusianya sedang bermain permainan tradisional. Mungkin ia sudah kecanduan ponsel.

Sore hari, ibu menyuruhku untuk mengantar bolu pesanan ke rumah Clara. Padahal tinggal jalan sebentar ke samping rumah. Mengapa pula ibu menyuruhku mengantar bolu. Sebagai anak yang berbakti, aku pergi ke rumah Clara.

"Kak Wipoh.." Sapa Clara, ia sedang duduk depan rumah sambil memainkan ponsel.

Tetanggaku memang memanggilku Wipoh singkatan dari Winnie The Pooh. Karena di kamarku banyak boneka Winnie The Pooh.

"Hai Clara, dimana ibumu?." Tanyaku sambil mengacak-acak rambutnya.

"Ibu sedang masak di dapur kak." Jawabnya sambil memainkan ponsel.

"Clara, jika sedang mengobrol itu jangan sambil memainkan ponsel. Itu tidak sopan ya." Kataku, sambil tersenyum.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline