Lihat ke Halaman Asli

YUSRIANA SIREGAR PAHU

TERVERIFIKASI

GURU BAHASA INDONESIA DI MTSN KOTA PADANG PANJANG

Kurikulum Merdeka Menjadi Kurikulum Deep Learning Bisakah Menggali Potensi dan Kemandirian Siswa dalam Belajar?

Diperbarui: 9 November 2024   15:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kurikulum Merdeka Menjadi Kurikulum Deep Learning: Menggali Potensi dan Kemandirian Belajar di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam dunia pendidikan dengan hadirnya Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menitikberatkan pada kebebasan dan kemandirian siswa dalam belajar.

Kurikulum itu memungkinkan mereka untuk memilih metode dan topik yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka. Namun, meskipun Kurikulum Merdeka memberi siswa kebebasan lebih besar, ada tantangan dalam penerapan pendekatan ini, khususnya terkait bagaimana memastikan siswa mendapatkan pemahaman mendalam. 

Di situlah pendekatan deep learning dapat menjadi jawaban untuk mengoptimalkan Kurikulum Merdeka.

Mengapa Deep Learning Penting dalam Pendidikan?

Deep learning dalam konteks pendidikan adalah pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam atas suatu materi. Metode itu bukan sekadar hafalan atau pencapaian nilai.

Metode ini melibatkan eksplorasi topik secara holistik, melatih siswa berpikir kritis, menghubungkan pengetahuan yang dimiliki, dan memecahkan masalah.

Misalnya, dalam mata pelajaran sains dengan tema "Perubahan Iklim," siswa tidak hanya belajar teori tentang pemanasan global, siswa menjalankan proyek yang melibatkan data nyata, analisis mendalam, dan penyelesaian masalah.

Berikut adalah cara penerapannya:

1. Pengumpulan Data dan Analisis

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline