Lihat ke Halaman Asli

Rian Umbu

Penulis Jalanan

Teruntuk Ayah dan Ibu

Diperbarui: 16 Januari 2020   19:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ayah dan Ibu | Dok. pribadi

Setetes keringat yang jatuh..
Dipenuhi jutaan rasa kasih..
Kulit mulai mengkeriput...
Mata yang indah mulai kecut..
 
Untuk kami...

Jiwamu rela terbakar disengat matahari..
Kasihmu sungguh luar biasa...
Nasehatmu kan kukenang selalu..

Dalam syairku berlumur air mata..
Mengenang perjuanganmu tanpa jasa..
Dalam diam aku menatap setiap ratap..
Lewat angin malam yang menyuap..

Kutitipkan rindu dalam gelap..

Lalu apa yang dibuat oleh ibu..

ibu ..

Kau telah mengandungku selama 9 bulan...
Dari rahimmu aku dibentuk..
Kau merawatku dengan rasa kasih..

Kau melahirkanku tuk melihat indahnya dunia...
Aku sungguh bahagia....

Dari merangkak, kau ajariku tuk berlari...
Langkah demi langkah kau tuntun..
Ingin ku ukir namamu di tengah gemintang...
Ijinkan syairku bernyanyi tentang kasihmu..

Puu Kaniki, 16 Januari 2020

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline