Lihat ke Halaman Asli

Resi Prasasti

Resi Prasasti

Sing Street, Demi Cinta Musikalitas Terpacu

Diperbarui: 1 Maret 2017   16:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bersama KOMiK (Kompasianers Only Movie nthuse(i)ast Klub) pada Jumat lalu, aku mendapat kesempatan nonton bersama alias nobar film Sing Street di XXI Plaza Indonesia. Kebetulan lokasi dekat dengan kantor dan filmnya dijadwalkan mulai jam 20.30 wib. Kebetulan selepas pulang kantor langsung menuju lokasi dan sampai lokasi terbilang terlalu awal. Kebetulan film Sing Street adalah bagian dari rangkaian Film Festival yang bertema “Love Philosophy”.

Sing Street

Film ini berlatarbelakang kota Dublin, kota terbesar di Irlandia dengan setting waktu tahun 80an tepatnya 1985. Sosok utama dalam film ini dimulai dengan sosok Connor Lawlor yang diperankan oleh aktor muda berbakat Ferdia Walsh Peelo. Connor tinggal bersama orangtuanya dan kedua kakaknya, keluarga Connor dalam kondisi keuangan yang tidak stabil yang mengakibatkan Connor harus pindah sekolah bernama Sekolah Synge Street.

Di awal masuk sekolah, Connor sudah mendapatkan teguran karena warna sepatunya kuning dan peraturannya mewajibkan warna sepatu hitam. Kendala keuangan keluarga tidak membuat ibu Connor membelikan sepatu baru sehingga Connor beberapa kali mendapatkan teguran. Tak lama kemudian Connor dekat dengan Darren yang diperankan oleh Ben Carolan. Darren membantu mengenal lingkungan sekolah berkat bantuan Darren.

Muncullah Raphina yang diperankan oleh Lucy Boynton, seorang gadis yang bercita-cita menjadi model atau artis. Connor terpesona pada pandangan pertama kepada Raphina. Connor ingin mewujudkan mimpi Raphina menjadi model dengan mengaku menjadikannya model video klip untuk bandnya. Padahal Connor saat itu hanya membual, hanya untuk memikat hati Raphina. Connor meminta bantuan Darren untuk membuat band dan merekrut beberapa teman-temannya untuk dijadikan anggota band.

Anggota band pertama yang dikenalkan Darren kepada Connor adalah Eamon yang diperankan oleh Mark Mckenna. Eamon mempunyai kemampuan memainkan berbagai macam alat musik dan itu bagus untuk permulaan band. Pelan-pelan akhirnya terkumpul anggota baik yang direkrut maupun mendaftarkan diri dengan total anggota 5 orang termasuk Connor dan Darren menjadikan dirinya sebagai manager band. Nama Sing Street untuk nama band adalah dari usulan Eamon. Perlahan Connor mampu menciptakan lirik dari dasar perasaannya kepada Raphina dan menjadi lagu dengan bantuan Eamon. Lagu pertama Connor dianggap jelek oleh sang kakak laki-laki dan mendapat saran untuk lebih banyak latihan. ”You are not a cover band. Rock roll is a risk,” ujar kakaknya Brendan Lawlor yang diperankan oleh Jack Reynor yang pernah bermain dalam film Transformer: Age of Extinction.

sing-street-new-58b68dfe58937342067fad09.jpg

Akhirnya di lagu kedua dianggap cukup berhasil dan dipilih untuk dijadikan video klip. Sesuai janji Connor kepada Raphina yang akhirnya menjadi model video klip pertama lagu Sing Street yang berjudul The Riddle of The Model.  Perlahan Connor mampu menciptakan lagu yang terinspirasi dari kehidupannya atau dari sosok Raphina. Ada dua lagu yang membuat Raphina menangis dan menyentuh perasaannya.

Sampai suatu ketika Raphina meninggalkan Connor untuk ke London dengan tekadnya dan ternyata itu hanya sesaat. Di saat Connor lelah mencari Raphina, Raphina kembali bersamanya dan bersama Sing Street terus berkreasi menciptakan lagu dan video klip dengan Raphina tetap sebagai model video klipnya.

Akhirnya dengan tekad bulat tanpa mengenal siapapun di London, Connor dan Raphina pergi ke London dengan bantuan Brendan. Brendan merasa bangga terhadap adiknya yang mandiri dan berani. Lagu dan  musik dalam film ini memacu gerakan pada kaki mengikuti alunan music bernuansa tahun 80 apalagi dilengkapi dengan kostum setting yang sesuai serasa berada di tahun 80. Ada Adam Levine juga lho diantara lagu yang dinyanyikan, yaitu yang berjudul Go Now dan masuk ke dalam Nominasi Golden Globe Awards 2017 untuk Best Motion Picture, Musical or Comedy. Rekomendasi untuk ditonton untuk mengenang era 80an. –RGP-




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline