20190517 TIBA DI HCMC
Semalam, dari Phnom Penh, Kamboja kami tiba di Ho Chi Min City (HCMC), Vietnam. Takjub dengan keramaian area hotel kami di jalan Bui Vien, District 1, melebihi keramaian jalan Legian, Bali. Ternyata disini adalah area dunia malam gemerlap. Setiap malam, apalagi saat akhir pekan, turis dari berbagai negara berkumpul disini. Untungnya kami bisa tetap santai dan menikmati suasana, toooozz girls hehehe.
Penampakan pagi hari sampai siang biasa saja seperti jalan lain pada umumnya. Jalan bebas kendaraan dimulai sore sampai dinihari. Suara musik dari cafe dan bar terdengar juga sampai kamar, musik gratis hehehe. Tinggal di tempat seperti ini enaknya banyak minimart, beragam pilihan makanan, mudah mencari agen travel, ATM, tempat pijat refleksi, dll. Tapi sepertinya kelihatan banyak juga prostitusi, transaksinya agak terang-terangan.
20190518 HCMC
Pagi pertama di HCMC, selesai sarapan kami mengurus perjalanan ke Muine lewat agen travel di sebelah hotel. Setelah urusan travel beres, kami mengunjungi An Dong Plaza yang banyak menjual pakaian. Ini adalah hasil referensi google tentang tempat belanja di HCMC. Kebanyakan barang disini tidak dijual satuan, tetapi minimal 6 pieces yang tidak bisa di campur ukuran atau warnanya. Jadi kami Hanya melihat-lihat tanpa belanja. Bila ada barang yang dijual satuan, harganya menjadi jauh lebih mahal. Lebih enak belanja di Tanah Abang Jakarta yang masih melayani pembelian eceran.
Selama di HCMC, Grab car menjadi transportasi andalan. Memesannya mudah, dari aplikasi yang sudah ada, hanya pembayarannya dengan uang tunai. Menjadi lebih murah dibandingkan naik kendaraan umum karena biayanya kami bagi tiga. Lebih nyaman juga karena tidak perlu berpanas-panas menunggu di halte. Tetapi, seperti kebanyakan orang Vietnam, beberapa driver tidak ramah dengan turis dan tidak mau membantu sedikitpun, bahkan ada yang saya kasih bintang 1 saat kami diantar dari hotel ke bandara. Tetapi ada juga driver yang ramah bahkan sampai menyediakan air mineral.
Dari An Dong Plaza, naik Grab car ke tempat belanja berikutnya yaitu Ben Thanh Market. Sebelum menjelajah pasar, kami makan siang di Pho President atau Pho 2000 yang terkenal karena pernah dikunjungi oleh Bill Clinton mantan Presiden AS. Lokasinya masih di seberang komplek Ben Thanh market, hanya bentuk tokonya sudah berubah dibandingkan saat pertama kali saya ke tempat ini. Dulu di lantai dasar, sekarang berada di Lt. 2, karena lantai dasarnya ditempati oleh Coffee Bean.
Pho adalah masakan mi berbahan dasar beras, berkuah kaldu daging. Tersedia menu non halal, halal dan vegetarian. Semangkuk besar Pho biasanya dihidangkan dengan irisan daging (sapi/ayam/babi/jamur), tauge, daun bawang, daun ketumbar, daun basil, perasan jeruk nipis dan sambal cabai potong. Pho menjadi salah satu makanan favorite saya dan pastinya saat berada di negara asalnya, saya wajib untuk makan Pho lebih dari sekali.
Ben Thanh Market adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di HCMC. Sebenarnya saya termasuk turis asal Indonesia yang tidak mewajibkan diri untuk berbelanja saat traveling. Walaupun tidak senang belanja, tapi saya senang masuk ke pasar, biasanya hanya untuk melihat-lihat atau foto-foto. Tapi traveling ke Vietnam kali ini saya memang ingin membeli beberapa barang; kopi, kue pia durian, baju, cemila, dll.
Cuaca hari ini memang sedang panas, jadi sebentar saja berada di penampilan kami sudah lusuh berkeringat. Kami sempatkan juga duduk santai sebentar di kedai dalam pasar sambil menikmati segarnya air kelapa dingin.
Saat keluar dari pasar, kami melihat coffee shop Trung Nguyen di seberang pintu lain Ben Thanh market. Saya sudah pernah mencicipi kopi merk Trung Nguyen yang memang enak. Kami sudah membeli beberapa bungkus besar kopi sachet di pasar untuk oleh-oleh. Dari luar coffee shop ini terlihat nyaman, jadi kami duduk santai lagi sebelum melanjutkan ke tempat berikutnya.