to live is to suffer, to survive is to find some meaning in the suffering.
-Friedrich Nietzsche
Tahun ini salah satu serial favorit saya itu memasuki season ke sepuluh. Minggu ini telah sampai ke episode 6. Serial yang sebenarnya sekilas terlihat cukup membosankan. Menonton 10 orang yang mencoba bertahan hidup sendirian di tempat terpencil selama mereka bisa. Sesederhana itu memang permainannya.
Acara lomba yangada di History Channel ini memang terlihat sederhana tapi nyatanyaa sangat brutal. Bertahan sendirian dengan peralatan yang terbatas. Para peserta hanya boleh memilih 10 peralatan yang akan dipergunakan mereka untuk membuat tampat tinggal dan mencari makan.
Tempat yang dipilih untuk acara ini beragam, dari pegunungan sampai hutan tepi danau, dan karena waktunya juga tergantung daya tahan peserta, maka beberapa kali acara berlangsung dari cuaca cerah sampai bersalju.
Kecerdasan para peserta untuk mempertahankan tubuh dan kewarasannya diuji sampai titik terendah. Urusan mencari makan saja sudah tantangan yang seringkali mengalahkan beberapa peserta.
Untungnya kemampuan para peserta juga teruji, makanan biasa dicari dengan cara memancing, memanah sampai membuat jebakan untuk hewan. Walau seringkali kegagalan mencari sumber protein untuk hidup membuat putus asa dan membuat peserta menyerah.
Tantangan lainnya selain mencari makanan adalah menyiapkan tempat istirahat. Membuat tempat bernaung senyaman mungkin tentulah tidak mudah, apalagi memerlukan kalori yang cukup banyak. Menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar tempat mereka di tempatkan, mengusahakannya tetap hangat dan menjaga dari ancaman hewan liar yang juga seringkali mengancam persediaan makanan adalah hal yang sangat melelahkan.
Permainan bertahan selama mungkin dari kelaparan, cuaca ekstrim, gangguan binatang buas dan terkadang cedera yang tak sengaja menjadikan acara ini tak terasa membosankan.
Urusan mencari makanan untuk bertahan hidup ini yang sebenarnya sangat menarik, seringkali akibat terbatasnya sumber makanan yang bisa dikonsumsi. Tak jarang peserta terpaksa mengkonsumsi buah-buahan liar, bahkan ada pernah saking terbatasnya dan didorong rasa lapar, ada peserta yang terpaksa memakan lintah. iya benar: lintah! Ada juga yang terpaksa merebus ikat pinggang kulitnya karena diyakini masih mengandung lemak yang bisa dimanfaatkan untuk tubuh.
Yang mengesalkan lagi, adalah saat peserta mengumpulkan ikan atau daging untuk dikonsumsi, ternyata malah dicuri oleh binatang liar. Sungguh hukum rimba benar-benar berlaku dipermainan di alam liar tersebut.