Lihat ke Halaman Asli

RATU BILKIS

Mahasiswi Universitas Mercu Buana

A-301_Quiz 1_Teknologi Sistem Informasi Akuntansi Menurut Pemikiran Mahatma Gandhi

Diperbarui: 6 April 2023   13:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Nama : Ratu Bilkis

Nim : 43221010120

Matkul : Sistem Informasi Akuntansi

Dosen Pengampu : Apollo, Prof. Dr, M.Si.Ak

Universitas Mercu Buana

Gandhi dilahirkan di Porbandar, yang juga dikenal Sudamapuri daerah Kathiawad negara bagian Gujarat India Barat pada 2 Oktober 1869. Gandhi lahir dalam keluarga yang cukup terpandang, sekaligus penganut Hindu yang saleh. Ayahnya bernama Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan Kaba Gandhi, berasal dari kasta Modh Bania adalah seorang anggota Pengadilan Rajasthanik yang disegani dan sangat berpengaruh dalam menyelesaikan perselisihan antara para pemuka dengan kaum kerabatnya pada saat itu, bahkan pernah menjabat sebagai Perdana Menteri untuk negara bagian kebangsawanan kecil Porbandar.

Gandhi adalah seorang lulusan Fakultas Hukum University College London dan salah satu dari sedikit warga India yang beruntung dapat mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Setelah menjadi Sarjana Hukum, Gandhi kembali ke India dan membuka praktik sebagai pengacara di Bombay, namun kurang berhasil. Ia lantas berangkat ke Durban Afrika Selatan bekerja dalam biro hukum India.

Dalam perjalanannya menuju Afrika Selatan, dia mengalami diskriminasi ras untuk pertama kalinya. Suatu ketika, dalam perjalanan di atas kereta api menuju Pretoria, Gandhi diminta meninggalkan kursi penumpang kelas satu yang ditumpanginya meskipun ia telah membayar tiketnya. Kondektur kereta yang berkulit putih itu dengan sinis mengatakan bahwa selain orang kulit putih tidak diperkenankan menempati kursi kelas utama. Tetapi Gandhi menolak dan bersikeras untuk tetap menempati kursi yang telah dibayarnya itu. Karena penolakan ini, sang kondektur menurunkannya di sebuah stasiun kecil. Dikarenakan salah satu kejadian itu, dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut.

Dia selalu mencontohkan bahwa kita dapat melawan ketidak-adilan tanpa melakukan kekerasan. Semasa di Afrika Selatan-lah Gandhi mulai mengembangkan idenya yang disebut Ahimsa atau anti-kekerasan, dan mengajarkan orang-orang India yang hidup di sana bagaimana menerapkan ahimsa untuk mengatasi berbagai ketidak adilan yang mereka alami. Metode yang disebut juga sebagai perlawanan pasif atau anti bekerjasama dengan mereka yang melakukan ketidakadilan. Gandhi yakin bahwa, dengan menolak bekerjasama, si oknum akhirnya akan menyadari kesalahannya dan kemudian menghentikan sikap tak adilnya.

Setelah puluhan tahun di Afrika, Gandhi memutuskan untuk kembali ke India. Desas-desus tentang perang yang diterima Gandhi akhirnya memaksa Gandhi untuk pulang ke India. Perang adalah salah satu hal yang ditentang oleh Gandhi. Kepulangan Gandhi juga merupakan saran dan intruksi dari Gokhale, seorang politisi dari India. Kedatangan Gandhi disambut dengan riuh bagaikan seorang pahlawan di India, karena apa yang dilakukannya di Afrika Selatan sudah tersebar ke dunia Internasional dan menjadi pondasi awal kesohoran ajaran Gandhi. Gandhi ingin menerapkan perjuangan di Afrika Selatan itu dalam perjuangan India meraih kemerdekaan dan kebebasan dari belenggu penjajahan Inggris.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline