Lihat ke Halaman Asli

Ratna Sari

Mahasiswa INISNU Temanggung

Ragam Bahasa Formal dan Non Formal

Diperbarui: 12 November 2022   07:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

RAGAM BAHASA FORMAL DAN NON FORMAL
                   Disusun oleh Ratna Sari
                           

Ragam bahasa yaitu variasi bahasa menurut pemakainya yang berbeda-beda menurut topik yang diceritakan, hubungan bercerita, lawan berbicara, dan orang   yang   diceritakan   serta   menurut   medium   pembicaraannya (kridalaksana, 2001:184). Di Indonesia terdapat beberapa jenis ragam bahasa, namun diartikel ini akan dibahas mengenai ragam bahasa formal dan nonformal. Penggunaan bahasa ragam formal (bahasa baku) dan ragam non formal berkaitan dengan situasi formal (resmi)  dan nonformal (tak resmi).

Ragam bahasa formal (baku) ialah  ragam  bahasa  yang  tata  bahasanya, ejaanya dan  kosakatanya diakui keberterimaannya di kalangan masyarakat luas dan dijadikan  standar pemakaian bahasa yang benar. Bahasa formal juga  digunakan dalam kegiatan resmi seperti dalam kegiatan belajar-mengajar, pemerintahan, politik, agama, pendidikan, kegiatan ilmiah dan lain sebagainya. Ragam bahasa formal memiliki ciri-ciri seperti kalimat yang digunakan kalimat lengkap, nada bicara yang cenderung datar, dan biasanya digunakan dalam situasi resmi.

Ragam  bahasa  non  formal  (tidak  baku) adalah  ragam  yang  tidak  dilembagakan  dan  ditandai  oleh  adanya  penggunaan bahasa  yang   menyimpang dari kaidah (norma) ragam baku (Arifin dan Amran,2000: 18). Ragam bahasa non formal biasanya digunakan dalam suasana tidak resmi seperti surat pribadi atau yang dalam bentuk lisan seperti percakapan sehari- hari. Ciri-ciri dari ragam bahasa non formal adalah kebalikan dari bahasa formal, biasanya digunakan untuk berbicara dengan orang yang sudah akrab seperti teman dekat, antara orang tua dan anak, atau saudara dekat lainnya.

Ragam bahasa formal (baku) memunyai sifat diantaranya kemantapan dinamis artinya bahasa Indonesia  mengalami  perkembangan  dengan  tetap  memperhatikan  atau  sesuai dengan  kaidah bahasa Indonesia, cendekia atau ragam baku yang dipakai pada tempat-tempat   resmi  oleh  orang-orang  terpelajar dan yang terakhir yaitu seragam,  proses pembakuan bahasa  Indonesia pada hakikatnya merupakan proses penyeragaman kaidah  bahasa  Indonesia  itu  sendiri.  Sedangkan ragam bahasa non formal memiliki sifat diantaranya kalimatnya sederhana, singkat, kurang lengkap, tidak banyak menggunakan kata penghubung, juga menggunakan kata-kata yang biasa dan lazim dipakai sehari hari.

Contoh-contoh ragam bahasa formal dan non formal :

"Saya mengajak Rani membeli seragam baru dan aku ngajak Rani beli seragam baru"
"Anda bisa menghadiri acara? dan kamu bisa hadir di acara?"
"Hadirin yang terhormat dipersilahkan duduk kembali dan para hadirin bisa duduk kembali"

Sumber https://www.scribd.com/document/599381681/Makalah-Bahasa-Indonesia-Kel2

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline