Lihat ke Halaman Asli

Rania Belva

Mahasiswa Profesi Kedokteran

Cegah Dementia dan Penggunaan Sampah Plastik, Mahasiswa KKN-PPM UGM 2024 Ajak Lansia dan Pra-Lansia Merajut

Diperbarui: 12 Mei 2024   09:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok. Rania Belva Syafitri (2024)

Kompasiana.com, Yogyakarta---Menurut studi yang dilakukan di tahun 2023, prevalensi penderita demensia di Indonesia dapat mencapai 4,2 juta orang (Farina et al., 2023). Namun, penyakit dementia yang sering diderita kalangan lansia dan pra-lansia masih sering kali tidak terdiagnosis (underdiagnosed) dan tidak mendapatkan penanganan yang sesuai. Selain itu, penderita dementia sering kali menjadi tidak produktif di usia tua. Padahal, usia tua harusnya tidak menjadi halangan bagi orang untuk berkarya. 

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM 2024 dengan ketua pelaksana program Rania Belva, mahasiswa program studi Profesi Kedokteran dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, membuat program pendeteksian dementia dan pelatihan merajut sebagai moda pemberdayaan bagi lansia dan pra-lansia. Pelatihan merajut dipilih sebagai upaya pencegahan dementia dikarenakan banyaknya studi yang membuktikan bahwa hobi merajut dapat secara efektif mencegah penurunan kapasitas intelektual (intellectual impairment) pada lansia serta mencegah onset dementia awal. Menariknya, pelatihan merajut ini juga sebagai bentuk upaya menurunkan pemakaian plastik sekali pakai dengan membuat medicine bag bagi lansia serta menggunakan benang hasil daur ulang plastik dan kain perca yang dikumpulkan dari bank sampah warga.

dok. Rania Belva Syafitri (2024)

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU, mahasiswa KKN-PPM UGM 2024 melakukan skrining awal dementia dan pelatihan merajut pada hari Sabtu (11/05/2024) dengan melakukan Mini Mental State Examination (MMSE) berisi 30 pertanyaan dan perintah yang harus dijawab dan dilakukan oleh para lansia dan pra-lansia. Setelah itu, para lansia dan pra-lansia diarahkan untuk mengikuti kelas merajut.

Di pelatihan yang diadakan di Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, DI Yogyakarta tersebut, peserta diajarkan untuk mempelajari teknik dasar merajut berupa teknik chaining, teknik single crochet, dan teknik slip stitch. Ketiga teknik tersebut digabungkan untuk membuat suatu karya berupa medicine bag yang dapat dipakai oleh para lansia dan pra-lansia sebagai tas penyimpanan obat maupun tas kecil (clutch) biasa. Para lansia juga diberikan bekal pembuatan pola rajut lainnya agar dapat membuat karya jenis lain yang dapat digunakan untuk membuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hasil rajut para lansia dan pra-lansia. 

dok. Rania Belva Syafitri (2024)

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Dharma, menyampaikan rasa senangnya mengenai program pelatihan merajut yang diadakan mahasiswa KKN-PPM UGM. "Saya sangat berterimakasih atas pelatihan yang sudah diadakan oleh tim mahasiswa KKN-PPM UGM, karena memang usia lansia dan pra-lansia sangat rentan menjadi usia yang tidak produktif. Dengan adanya kemampuan merajut ini, mudah-mudahan lansia dan pra-lansia di Kelurahan Patehan dapat terus berkarya dan bisa membentuk UMKM hasil rajut lansia," harapnya.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline