Lihat ke Halaman Asli

Rania Wahyono

Freelancer

Selamat Jalan Joko Pinurbo Karyamu akan Selalu Abadi

Diperbarui: 30 April 2024   15:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dunia sastra Indonesia berduka atas kepergian Joko Pinurbo. Foto: instagram/joko_pinurbo

Yogyakarta hari ini muram, dunia sastra dan puisi Indonesia berduka karena telah kehilangan salah satu penyair terbaiknya. Joko Pinurbo atau yang kerap di sapa Jokpin menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 27 April 2024 di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Kini raganya telah dipeluk bumi.

Sebelum era digital dan sosial media, karya puisinya sering menghiasi Kompas Akhir Pekan, yang selalu saya nantikan bersama dengan karya Almarhum Sapardi Djoko Damono. Dua orang maestro sastrawan favorit saya yang piawai dalam meramu kata yang biasa menjadi puisi yang indah dan menghidupkan maknanya.

Karya-karya Jokpin telah banyak menginspirasi bukan hanya para sastrawan dan penikmat puisi, namun juga orang awam seperti saya yang sangat menikmati dan mengagumi goresan kata-kata indah. Karya-karya puisinya merefleksikan kehidupan sehari-hari, cinta, kegelisahan, serta kritik sosial yang halus dengan sentuhan humor yang cerdas. 

Dalam salah satu wawancara, puisi Jokpin banyak terinspirasi dari sang maestro sastra Sapardi Djoko Damono. Dalam kumpulan puisinya Kabar Suka Cita ada puisi yang di persembahkan untuk Sapardi Djoko Damono. 

Dua orang maestro sastra Indonesia telah berpulang. Foto: instagram/joko_pinurbo

Sapardi Djoko Damono juga turut menuliskan puisinya pada novel perdana Joko Pinurbo yaitu Srimenanti(2019). Sebuah novel dengan jalinan puisi yang merangkai sebuah cerita. Disini terlihat bahwa puisi selalu mendapat tempat istimewa bagi Jokpin yang kemudian terkenal dengan jargonnya "Selamat Menunaikan Ibadah Puisi"

Selain novel, buku best seller kumpulan puisi karyanya antara lain Celana (1999), Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016), Buku Latihan Tidur (2017), Surat Kopi (2019), Perjamuan: Khong Guan(2020) dan Sepotong Hati di Angkringan (2021).

Buku-buku karya Jokpin melahirkan Quote dan kata-kata bijak tentang cinta, Tuhan, romantisme, humor yang menyentuh hati, seperti berikut ini.

1. "Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan."

2. "Kau mata, aku airmatamu"

3. "Kaulah matahari malam yang betah berjaga menemani saya, menemani kata, sehingga saya dan kata tetap bisa menyala di remang redup cahaya."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline