Lihat ke Halaman Asli

raissa dinna

Mahasiswi Program Studi Gizi Universitas Airlangga

Kampung Emas 2.0: Mahasiswa Universitas Airlangga Berkolaborasi untuk Menurunkan Stunting di Surabaya

Diperbarui: 19 Desember 2023   13:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar 1. Kunjungan ke Kantor Kelurahan Bubutan (Dok. pribadi)

Program Kampung Emas sebagai upaya dalam pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan stunting di tingkat kelurahan. Artikel ini membahas bagaimana mahasiswa Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Stunting Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengakselerasi penurunan prevalensi stunting melalui kegiatan belajar di luar kampus.

Kampung Emas 2.0 merupakan program lanjutan dari KKN Tematik Kampung Emas tahun 2022, yang dilaksanakan di 144 kelurahan di Kota Surabaya. Pelaksanaan Kampung Emas tahun 2023 ini melibatkan sekitar 432 mahasiswa yang terdiri dari FKM terutama prodi Gizi, FK, dan fakultas lainnya untuk diturunkan di 153 kelurahan di Kota Surabaya, salah satunya Kelurahan Bubutan. Kegiatan Kampung Emas 2.0 berfokus pada upaya pencegahan stunting dengan sasarn hulu, yaitu calon pengantin dan ibu hamil.

Kelurahan Bubutan merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Bubutan dengan jumlah balita stunting cukup rendah. Stunting sendiri dapat disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi pada janin saat berada dalam kandungan. Selain itu, stunting juga disebabkan oleh faktor multidimensi yang tidak hanya disebabkan oleh ibu hamil maupun balita. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian terhadap asupan gizi dimulai dari calon pengantin yang juga merupakan calon ibu hamil, ibu hamil, hingga bayi balita.

Di Kelurahan Bubutan sendiri dibina oleh kelompok 48 yang terdiri dari 2 mahasiswa Universitas Airlangga, antara lain Raissa Dinna Hanifa Nugroho dari Program Studi Gizi dan Arneyssa Alverine dari Program Studi Kebidanan, serta 1 Dosen Pembimbing Lapangan, yaitu Ibu Eny Qurniyawati, S.ST, M.Kes., M.Epid. Program ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2023.

Kampung Emas 2.0 memiliki 3 program unggulan, yaitu LADUNI (Layanan Terpadu Pranikah), SBCC-BESTIEZ (Social Behaviour Change Communication: Bunda Teredukasi Sehat, Hebat, Peduli Gizi), dan Formula Pangan Beriman (Formulasi Pangan Lokal Seimbang, Beragam, Berbasis Hewani). Pada program LADUNI kegiatan yang dilakukan adalah pemberian dan pemantauan kepatuhan konsumsi suplemen laduni kepada calon pengantin dan ibu hamil. Kegiatan yang dilakukan pada program SBCC-BESTIEZ adalah berupa sosialisasi kepada kader terkait manajemen stres pada ibu hamil dan edukasi gizi kepada calon pengantin dan ibu hamil. Selain itu, kegiatan yang dilakukan pada program Formula Pangan Beriman adalah berupa pengembangan formula makanan berbasis pangan hewani yang mudah diakses oleh calon pengantin dan ibu hamil di wilayah tersebut, kemudian melakukan praktik pembuatan.

Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi (Dok. pribadi)

Dari program - program tersebut dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa karena dapat memberikan kesempatan untuk melihat situasi nyata di lapangan. Mahasiswa dapat belajar dari orang - orang disekitarnya sebagai bentuk Belajar Bersama Komunitas. Mahasiswa belajar dari ahli gizi puskesmas, bidan kelurahan, ibu hamil, ibu balita, calon pengantin, dan Kader Surabaya Hebat. Besar harapannya dengan adanya program kegiatan tersebut dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kelurahan Bubutan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline