Lihat ke Halaman Asli

Rahmi Azizah

Storyteller yang baru lahir kemarin sore.

Menjadi Pengusaha yang Kaya dengan Bertani

Diperbarui: 16 Mei 2019   04:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dedi Setiawan, mengedukasi mengenai tanaman di HSI/Dokpri

Masih banyak masyarakat yang lebih banyak memilih gaya hidup yang sesuai dengan standart media sosial atau secara komersil dibanding berinvestasi pada sesuatu, yang tentunya akan lebih menguntungkan. Dari sekian banyaknya produk untuk diinvestasikan, bidang pertanian kurang cukup populer dikalangan investor. 

Padahal jika dilihat peruntungan dari bidang pertanian tidaklah main-main, sebut saja Dedi Setiawan, seorang konsultan dibidang pertanian yang selain menggeluti pekerjaannya menjadi konsultan, ia juga merupakan petani dibidang perkebunan dan holtikultura. Ia memulai pekerjaannya sebagai petani karna ingin meneruskan usaha keluarganya yakni kebun karet. 

Tidak tanggung-tanggung, jurusan yang diambilnya ialah perkebunan karet saat melakukan studi di Sekolah Tinggi Perkebunan di Jogjakarta. Ia merasa-meskipun jurusan ini tidak begitu banyak peminatnya karna tingkat kerumitan serta banyaknya penggunaan kimia tidak membuatnya mundur, justru membuatknya matang mengambil jurusan Perkebunan Karet karna ia percaya ia dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan dari kelangkaan SDM dalam pengelolaan karet.

Benar saja, pilihan Dedi ini dengan segala usahanya membuat dia menjadi konsultan di komoditas karet yang diperhitungkan secara nasional, ia dipercayakan menjadi kosultan di perkebunan Hasil Sayur Indonesia (HSI) dan juga aktif menjadi penyuluh bersama Serikat Rajatani.

Penghasilannya yang sekarang dapat ditaksir 80 juta dalam sebulan, atau yang paling biasa seminggu 4 juta membuat ia merekomendasikan pertanian menjadi sektor yang bagus untuk berinvestasi terutama untuk kaum muda. Meskipun begitu beliau juga memberitahu bahwa seorang investor harus berani merugi, karna dalam sektor pertanian, jika tidak siap, kerugian dapat mencapai 60 juta per satu jenis tanaman. Walau begitu ia memberitahukan untuk tidak takut untuk berinvestasi dan banyak mencari info mengenai pertanian.

Beliau juga berpesan untuk anak muda yang memiliki sarjana pertanian untuk menggunakan ilmu yang menguntungkan ini dan menjadi praktisi langsung di lapangan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline