Lihat ke Halaman Asli

Rahardyan Harveyoga

Mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta

Mengenal Javier Milei, Presiden Terpilih Argentina

Diperbarui: 22 November 2023   09:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: AFP/GETTY IMAGES/LUIS ROBAYOPresiden Argentina yang baru, Javier Milei

Argentina telah memiliki presiden baru, Javier Milei. Dalam perhitungan suara, Milei menang 56% suara diatas rivalnya, Sergio Massa yang memperoleh 44% suara. 

Pemilu dilakukan melalui dua putaran dengan 2 koalisi antara Peronisme yang di pimpin oleh oleh Sergio Massa dan Tokoh Radikal yang libertarian, Javier Milei. Dengan kemenangan ini maka akan mengakhiri dominasi peronisme dalam 40 tahun. 

Dalam pernyataan publik dan inklusif pertamanya, Presiden baru terpilih Milei menyatakan, "Hari ini dimulailah rekonstruksi Argentina. Hari ini dimulailah akhir dari kemerosotan Argentina. Model dekadensi telah berakhir. Argentina kembali ke tempatnya di dunia yang seharusnya tidak pernah hilang. Kami akan bekerja bahu-membahu dengan semua negara di dunia bebas, untuk membantu membangun dunia yang lebih baik. Kata kunci kami adalah pemerintahan yang terbatas, penghormatan terhadap hak milik dan perdagangan bebas."

Kemenangan Javier Milei ini terjadi di tengah krisis ekonomi parah yang melanda Argentina menyebabkan inflasi tahunan meningkat hingga 143% dan 40% masyarakat Argentina hidup dalam kemiskinan. 

Walaupun hasil survei yang dilakukan sebelum pemilu memberi Milei sedikit keunggulan dibandingkan Massa, margin kemenangannya yang besar lebih dari 11% menurut hasil sementara yang telah mengejutkan banyak orang.

Apakah Presiden baru Argentina terkesan "radikal" memperbaiki perekonomian yang rusak?

Milei menjanjikan terapi kejutan ekonomi, termasuk menutup bank sentral, membuang peso, dan memangkas pengeluaran. Namun, ia menghadapi tantangan seperti inflasi yang tinggi, program utang yang besar, dan Kongres yang terfragmentasi.

Kemenangan Milei dapat berdampak pada perdagangan biji-bijian, litium, dan hidrokarbon di Argentina. Ia mendapatkan popularitas di kalangan generasi muda yang pernah mengalami krisis ekonomi di negaranya.

Presiden terpilih Argentina yang baru memiliki waktu tiga minggu untuk menyusun kabinetnya, namun ia tidak memiliki cukup kolaborator. Partainya, La Libertad Avanza, kekurangan tokoh yang cukup untuk menduduki posisi tertinggi di pemerintahan; Itu tergantung pada mereka yang bisa memberikan kekuatan kepada mantan presiden Mauricio Macri, sekutu barunya .

Melawan Inflasi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline