Lihat ke Halaman Asli

Rachmat Pudiyanto

TERVERIFIKASI

Culture Enthusiasts || Traveler || Madyanger || Fiksianer

Senandung Pahit Lili

Diperbarui: 17 Juni 2015   22:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

14121816701493489077

***

mekar tumbuh mewangi
berseri paras bertabur aroma fitri
berbinar bak bintang kejora di langit pagi
bermandi cahaya mentari hangat menghidupi
lili sang bunga beranjak status sang putri

ombak kehidupan
menerjang diantara terang kegelapan
madu bertumbuh tebaran mempesonakan
hingga jelang satu masa petiknya
buah bergelinjang di pohon remaja
berwangi aroma

malam memagut surya
tenggelam dimanis madu palsu asmara
dalam badai yang tak bersahabat
ditelan prahara nasib berbuat

dan rembulan tak lagi hangat mengusap
bunga merunduk di tepian jalan gemerlap
menghitung sisa malam sunyi gelap
hingga ujung takdir tiada suara
palu hakim anak manusia
bersenandung dera luka
bintang yang karam oleh senja

*
mekar tumbuh mewangi
berseri paras bertabur aroma fitri
mata berbinar bak bintang kejora di langit pagi
bermandi cahaya mentari hangat menghidupi
lili sang bunga beranjak status sang putri

***
Jakarta - 1 Oktober 2014
@rahabganendra

Sumber Gambar Ilustrasi

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline