Lihat ke Halaman Asli

Rifqi Royhani

Universitas Pamulang

Sastra, politik, ideologi dan kaitannya

Diperbarui: 6 Juni 2022   17:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

SASTRA
Kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Sas dan Tra. Sas berarti membimbing, mengajar atau menginstruksikan. Sedangkan tra berarti alat atau media dari pengajaran,atau buku pedoman.

Sementara itu, para ahli sendiri kesulitan untuk mendefinisikan arti kata sastra.  karena sulit untuk menemukan batasan untuk definisi ini. Oleh karena itu pernyataan yang mengatakan jika biarkan sastra tersebut berbicara untuk dirinya sendiri, tetapi demi tujuan ilmiah dan pendidikan perlu untuk mendefinisikan sastra.

Sastra adalah bagian abstrak dari kehidupan yang disajikan oleh seorang penulis dari unsur subjektifnya. Sastra menyajikan gambaran kehidupan masyarakat dan sosial. Mengingat sastra sebagai representasi kehidupan sosial masyarakat, hal utama yang terkait dengan karya sastra adalah "nyata" dari gambar, atau apa yang akan dideskripsikan.

Menurut Wellek dan Warren, karya sastra merepresentasikan kehidupan, tetapi keliru apabila menganggap karya sastra itu mampu berekspresi dengan sangat penuh. 

Karena peristiwa-peristiwa kehidupan sosial yang ada dalam sebuah karya sastra terkadang tidak sengaja ditulis oleh pengarangnya, atau  karya sastra itu sendiri tidak pernah secara langsung menyatakan fakta-fakta sosial melainkan secara tidak langsung, atau bahkan pengarangnya sendiri tidak mengetahuinya.

Dapat disimpulkan bahwa sastra adalah proses kreatif sebuah karya seni dari ekspresi masyarakat dengan menggunakan bahasa sebagai alatnya.

IDEOLOGI
Kata ideologi berasal dari bahasa Greek. terdiri atas dua kata yaitu: idea dan logis. Idea artinya melihat. Sedangkan logis berasal dari kata logos yang artinya ucapan atau kata yang mengandung arti.

 Kata ideologi pertama kalinya diperkenalkan oleh Destutt de Tracy (17551836), Ia mengatakan bahwa ideologi adalah, sience of ideas, their truth or error, working through a critical Theory of the actual process of the mind.” (Duncan Mitchell: 1968).

Maka istilah ideologi didefinisikan sebagai pikiran yang terorganisir, yakni orientasi, nilai dan kecenderungan yang saling melengkapi dan membentuk perspektif ide yang dinyatakan melalui komunikasi Dengan media teknologi dan komunikasi antar pribadi (Sobur, 200⁰:6).

Sementara Karl Marx mendefinisikan ideology sebagai proses yang digapai oleh pemikir yang dinyatakan secara sadar, namun kesadaran palsu.

Kesadaran palsu dihasilkan oleh hubungan antara ide dan materi yang di jembatangani oleh Representasi. representasi tersebut adalah jalan utama bagi ideologi mengetahui target dengan menkonstruksi secara keliru antara hubungan yang ada dalam sebuah totalitas.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline