Lihat ke Halaman Asli

Puja Nor Fajariyah

TERVERIFIKASI

Lecturer Assistant, Early Childhood Enthusiast

Dibuang Sayang, Gak Dibuang Bosan: Jadikan Barang Lama sebagai Bahan Proyek Anak!

Diperbarui: 15 November 2020   07:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Turkeycraft

"Art has the role in education of helping  children become like themself instead of like everyone else"

-Sydney G. C

Kita tahu, kalau barang lama memang sering dinomorduakan. Secara alamiah, hal itu selalu terjadi dalam siklus kehidupan termasuk pada anak usia dini.Pada anak usia dini, hal yang seringkali ditinggalkan oleh anak ketika sudah lama atau dirasa sudah membosankan adalah mainan. 

Sebenarnya, cara yang paling harus orangtua tanamkan pada anak usia dini adalah bagaimana menanamkan rasa sayang anak terhadap barang-barangnya. Menanamkan bahwa barang-barangnya yang telah lama itu adalah barang yang juga masih berharga dan perlu untuk dirawat. 

Dalam film kartun Toy Story, kita bisa mengetahui bahwa setiap mainan juga memiliki perasaan yang perlu untuk dijaga. Dan yang mainan-mainan tadi tentu saja tetap dimainkan oleh pemiliknya walaupun sudah lama. Kembali menilik ke film Toy Story juga bahwa ternyata mainan lama tidak perlu untuk dibuang.

Sebagaimana manusia, dalam beberapa tulisan sebelumnya aku pernah menulis terkait minimalism lifestyle, bahwa kita perlu untuk melakukan decluttering penataan ulang, dan barang-barang lama sebaiknya dibuang atau didonasikan. 

Namun, apabila kamu adalah orangtua yang memiliki anak usia dini, ada baiknya barang-barang lama yang sudah tidak terpakai itu dijadikan sebuah barang baru yang dapat berguna dan dimainkan oleh anak.

 Sebut saja menjadi mainan baru bagi anak. Anak yang secara alamiah memang mudah sekali merasa bosan, maka wajar saja kalau selalu meminta mainan baru pada orang tua. Dan para orangtua lakukan biasanya mau tidak mau akan memberikan mainan yang baru dan membuang mainan yang sudah lama. 

Padahal, kalau kita sadari, mainan pada anak usia dini hanya memiliki beberapa kriteria. Dimana, yang menduduki kriteria pertama adalah harus menarik bagi mereka.

 Untuk memenuhi kriteria tersebut maka tentu saja tidak harus baru. Yang perlu dilakukan seharusnya adalah bagaimana caranya membuat mainan lama yang tak lagi menarik itu untuk bisa menarik. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline