Lihat ke Halaman Asli

Puisi | Terima Kasih, Saya

Diperbarui: 24 Februari 2021   19:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (Foto: Pexels/Jenna Hamra)

terima kasih, saya
masih mau merimbunkan daun telingauntuk segala anjing yang mereka gonggong
namun saya berpura-pura budek sehingga yang terdengar di gendang telinga cuma; meong

terima kasih, saya
masih mau menyeberangkan bola mata
untuk segala gajah yang mereka semut-kan
namun saya berpura-pura rabun sehingga yang terlihat di pelupuk mata cuma; lautan

terima kasih, saya
masih mau mengomedikan serial luka
untuk segala perih yang mereka garam-in
namun saya berpura-pura pikun sehingga yang terasa di dalam dada cuma; asin

terima kasih, saya
masih mau meludahi banyak gaya
untuk segala ulangan -galian lubang yang mereka tutup-
namun saya berpura-pura ada sehingga yang hati ucap cuma; cukup

terima kasih, saya
masih mau menghujani teriknya kepala
untuk segala ketiadaan hujan yang mereka becek-an
namun saya berpura-pura reda sehingga yang terlintas di pra tujuan cuma; kebodoamatan

Bintaro, 21/02/21.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline