Lihat ke Halaman Asli

REI Dukung Upaya KPK dan PPATK Berantas Korupsi

Diperbarui: 25 Juni 2015   22:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jakarta— Pengembang properti yang tergabung dalam Asosiasi Real Estate Indonesia (REI), siap membantu KPK dan PPATK, sekaligus berharap kehadiran kedua lembaga itu bisa mempercepat terjaminnya unsur kepastian dalam berusaha. Demikian diungkapkan Setyo Maharso, Ketua Umum DPP REI pada acara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2011, di Jakarta (30/11).

“Bagi pengusaha, unsur kepastian dalam menjalankan usahanya adalah sesuatu hal yang vital, termasuk kepastian waktu, biaya, dan lainnya,” imbuh Maharso.

Ketua KPK Haryono Umar, yang hadir dalam kegiatan seminar nasional juga menyatakan siap menindaklanjuti keluhan ataupun pengaduan dari kalangan pengembang anggota REI yang dirumuskan sebagai hasi Rakernas REI.

Kehadiran Mohammad Yusuf Ketua PPATK, yang menjelaskan sekaligus mensosialisasikan aturan UU no 6 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang tambah Setyo juga makin memperjelas posisi pengembang yang selama ini cemas dengan lahirnya UU tersebut.

“Setelah disosialisasikan dengan cukup gamblang kepada peserta Rakernas,mudah-mudahan tak ada lagi kekuatiran anggota REI terkait aturan pelaporan transaksi properti bernilai di atas Rp 500 juta. Kami berharap hal itu tidak menjadi penghambar sektor properti seperti yang dijelaskan ketua PPATK, melainkan hanya sebagai bentuk transparansi saja,” ungkapnya.PPATK diharapkan REI terus mensosialisasikan hal ini kepada seluruh pengembang di seluruh Indonesia.

Sementara itu Reddy Hartadji, Ketua Penyelenggara Rakernas REI 2011 menjelaskan bahwa beberapa pokok pikiran yang akan disampaikan kepada pemerintah dan para pemangku terkait hasil Rakernas adalah soal penguatan koordinasi kelembagaan, perpajakan, pembiayaan,pertanahan, perijinan, dan ketersediaan infrastruktur.

“Rakernas REI kali ini juga menyepakati pengembangan kota-kota baru berbasis ekonomi. Beberapa kepala daerah sudah melakukan MoU dengan REI terkait pengembangannya. Kami berharap setelah Rakernas REI ini pengembang REI di daerah sudah bisa menggarap pembangunan kota baru sesuai lokasi dan perencanaan di masing-masing daerah,” ujarnya.

Kehadiran beberapa kepala daerah dalam Rakernas REI 2011 ini tambah Reddy juga menunjukkan dukungan mereka dalam mewujudkan visi dan komitmen yang lebih terukur dan terarah dari pemerintah daerah dan pusat sekaligus menyakinkan swasta untuk terlibat mewujudkan konsep kota baru tersebut. “Keterlibatan REI dalam pengembangan kota Baru adalah sebuah optimisme untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan kota baru itu,” tandasnya.ZAL/Photo:istimewa





BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline