Lihat ke Halaman Asli

Himam Miladi

TERVERIFIKASI

Penulis

Empat Jurus Jitu Tetap Bisa Menulis Meski Ide Tak Kunjung Datang

Diperbarui: 2 Desember 2018   13:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi (unsplash.com/@kellybrito)

Sekali waktu mungkin kita pernah mengalami apa yang disebut writer block. Menurut wikipedia, ini adalah kondisi, terutama terkait dengan menulis, di mana seorang penulis kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru, atau mengalami perlambatan kreatifitas. Kondisi ini berkisar dalam kesulitan dari munculnya ide-ide asli hingga tidak dapat menghasilkan karya sama sekali.

Gambaran sederhananya; saat kita menghadap layar laptop dan jari sudah menempel di papan ketik, pikiran kita malah kosong. Padahal tadi ada ide-ide yang melintas. Tapi saat sudah siap dituliskan, entah mengapa semua ide tersebut tiba-tiba menguap hilang entah kemana. Tidak ada yang bisa dituliskan sama sekali.

Ini adalah kondisi yang memprihatinkan, terutama bagi kita yang punya target menulis setiap hari. Tapi jangan khawatir. Tak usah galau dan merasa diri kita sedang mengalami degradasi kreativitas. Ingatlah, banyak jalan menuju Roma.

Bila kita sedang mengalami hal semacam itu, lakukan beberapa jurus jitu berikut ini supaya kita masih tetap bisa menulis meski ide tak kunjung datang. Setiap penulis mungkin memiliki tips dan cara yang berbeda. Tapi jurus yang sudah saya praktekkan ini bisa dibilang lebih manjur. Apa saja jurus jitunya?

1. Menulis ulang atau mengedit artikel lama

Jurus jitu yang pertama adalah menulis ulang atau mengedit artikel-artikel lama. Lihatlah tulisan-tulisan yang telah kita kerjakan di masa lalu. Saya yakin tak ada satu pun yang bernilai sempurna. Pasti ada satu cacat, entah itu pemilihan diksi yang buruk, struktur kalimat yang salah, hingga penempatan tanda koma, titik dua, atau tanda kutip yang tidak tepat.

Bacalah sekali lagi tulisan-tulisan lama itu. Pilih mana yang sesuai atau cocok dan aktual dengan isu-isu terkini. Perbaiki kalimat di sini, tambahkan koma di sana. Sedikit demi sedikit mengerjakan ulang artikel lama tersebut menjadi sesuatu yang serupa, tetapi juga baru dan segar.

Tuliskan artikel lama itu secara harfiah lagi. Kata demi kata, kalimat demi kalimat. Rekonstruksi bagian asli sehingga menyerupai karya asli, tetapi itu tidak persis sama. Cobalah untuk menambahkan beberapa ide baru jika kita bisa.

Saya melakukan hal ini ketika menulis artikel Menikmati Keindahan Sunyi Danau Sentani. Artikel ini sebenarnya sudah lama saya tulis dan saya muat di blog dan laman Facebook pribadi. Tapi dengan sudut pandang dan judul yang berbeda.

Dua tahun ini saya memang jarang pergi berlibur. Karena itu, ketika ada tantangan untuk menulis tempat wisata yang unik, saya bingung mau nulis apa? Akhirnya saya ingat pernah menuliskan pengalaman menyusuri Danau Sentani, tiga tahun yang lalu.

Lalu saya baca lagi artikel lama tersebut. Saya tulis ulang dengan sudut pandang orang pertama dengan kata ganti Aku. Tentu saja judulnya pun sama sekali berbeda. Dan voila, jadilah sebuah tulisan baru yang segar, tapi tulisan aslinya sebenarnya sudah kadaluarsa, hehehe.

2. Meringkas atau menanggapi tulisan orang lain

Jurus jitu yang kedua adalah dengan meringkas atau merangkum tulisan-tulisan orang lain. Waktu kita sekolah dulu, kita mungkin pernah ditugaskan guru untuk merangkum atau meringkas sebuah tulisan. Entah itu berita atau cerita pendek.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline