Lihat ke Halaman Asli

Andreas Prasadja

TERVERIFIKASI

Gaya Hidup Perampas Tidur

Diperbarui: 26 Juni 2015   03:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Suatu pagi Anda bangun dari tidur dengan rasa lelah dan penat. Semalam, entah kenapa Anda menghabiskan bayak waktu bolak balik di atas ranjang tanpa bisa tertidur. Mungkin dibutuhkan waktu hingga 2 jam, baru terlelap mimpi. Padahal hari sebelumnya Anda lalui dengan sibuk dan melelahkan. Orang yang lelah seharusnya mudah tidur bukan?

Ternyata tidak demikian. Selain stres banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi proses tidur kita. Berikut adalah beberapa kebiasaan atau gaya hidup yang dapat memperpanjang kondisi terjaga.

Stimulan

Minuman berkafein dan alkohol. Di Indonesia kebiasaan minum alkohol tidak begitu populer. Tetapi sebagian orang beranggapan bahwa dengan minum alkohol akan mempermudah tidur. Ini ada benarnya, tetapi begitu tidur efek alkohol justru membuat tidur tidak dalam. Akibatnya kualitas tidur seseorang jadi buruk. Sedangkan minuman berkafein sudah terlanjur menjadi minuman sehari-hari. Tak jarang, banyak orang yang bergantung pada kafein untuk menopang produktivitasnya. Padahal, kafein hanya akan menyingkirkan rasa kantuk tanpa meningkatkan kemampuan otak. Jalan terbaik sebenarnya adalah dengan mengatur tidur dan pola konsumsi kafein. Kafein akan bekerja selama 9-15 jam di badan kita. Untuk itu batasi konsumsinya hingga 12-15 jam sebelum tidur. Minuman yang mengandung kafein antara lain kopi, teh, cola dan berbagai minuman berenergi.

Olah raga

Berolah raga di malam hari juga sudah menjadi kebiasaan masyarakat perkotaan. Entah karena menunggu macet, atau dengan alasan kesibukan, banyak orang baru sempat berolah raga di malam hari. Padahal jarak waktu selesai berolah raga dan tidur yang ideal adalah 3 jam. Dengan berolah raga memang tubuh akan terasa capek, tetapi adrenalin akan meningkat. Adrenalin akan membuat kita lebih terjaga. Akibatnya walaupun badan terasa lelah, otak seolah tak mau berhenti beristirahat.

Olah raga memang menjadi faktor penting demi menjaga kesehatan dan penampilan. Tapi olah raga saja ternyata tidak menjamin kesehatan seseorang. Sesuai dengan konsep The Triumvirate of Health, untuk mencapai kesehatan yang paripurna, dibutuhkan tiga komponen penting, yaitu kebugaran fisik (olah raga), keseimbangan nutrisi dan tidur yang sehat. Tidur yang sehat juga akan meningkatkan produktivitas.

Kebiasaan Tidur

Kebiasaan tidur yang baik akan menjamin tidur yang nyaman. Biasakan untuk tidur diwaktu-waktu yang sama. Dengan demikian Anda telah men-set jam biologis untuk beristirahat. Setelah terbiasa, kantuk akan datang dengan sendirinya pada jam-jam tersebut. Sebaliknya, jam tidur yang tidak teratur akan mengacaukan pola tidur Anda.

Tidur tanpa persiapan akan merampas tidur. Siap untuk tidur bukan hanya mengantuk saja. Siap untuk tidur adalah mengantuk dan rileks. Padahal banyak orang yang demi produktivitas, ingin terus bekerja hingga kantuk tak tertahankan lagi. Akibatnya mereka merasa lelah tanpa bisa memejamkan mata. Setengah jam atau lima belas menit sebelum tidur, lepaskan semua pekerjaan dan aktivitas yang terlalu menyibukkan mata serta pikiran. Televisi termasuk didalamnya. Lalu lakukan aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan. Sekedar membaca atau melakukan perawatan kulit. Setelah merasa cukup santai dan mengantuk, barulah naik ke tempat tidur.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline