Lihat ke Halaman Asli

Prama Ramadani Putranto

TERVERIFIKASI

Menebar Kebaikan dan Energi Positif

Nostalgia Masa Kecil di Bulan Ramadhan, Mulai dari Berburu Tanda Tangan hingga Berebut Jaburan

Diperbarui: 4 April 2024   13:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Nostalgia Masa Kecil di Bulan Ramadhan - Sumber : kompas.com

Menyambut ramadhan tentunya dengan penuh suka cita bagi yang meyakini keberkahan yang ada di dalamnya. Bagi umat Islam, Ramadhan merupakan bulan suci yang begitu dinantikan kedatangannya. Bagaimana tidak ditunggu-tunggu? Pengampunan dosa begitu nyata ketika mampu menjalankan segala ibadah yang ada dengan baik. Berpuasa sebulan penuh sedari pagi hingga bedug magrib berbunyi bukalah hal yang mudah untuk dilalui. Iklan sirup di televisi yang berwarna-warni dan menyegarkan tepat pada momen yang tepat, di siang hari bolong saat sedang haus-hausnya, godaan itu begitu nyata bukan? Artinya, ketika mampu melaluinya ada ganjaran besar yang dijanjikan.

Selain berpuasa, ibadah khas di Bulan Ramadhan yang dijalankan adalah sholat tarawih. Terdapat beberapa pilihan raka'at dalam menjalankan ibadah yang satu ini, ada yang sebelas raka'at ada pula yang dua puluh tiga, sehingga butuh waktu yang relatif cukup lama dalam menjalankan ibadah ini. Jumlah raka'at bukanlah persoalan penting, sebab disitulah menjadi media berlatih untuk meningkatkan toleransi atas segala perbedaan yang ada. Bicara soal ramadhan tidak hanya terkait dengan nilai-nilai religius saja, ada sebuah kisah lucu masa kecil yang mengiringi. Contoh soal saja, sembari bernostalgia, ternyata diduga dan ditengarai ada banyak motif dibalik niat dan semangat melangkahkan kaki ke masjid untuk bertarawih.

BERBURU TANDA TANGAN 

Guru Agama Islam di sekolah tentunya tidak akan membiarkan saja murid-muridnya melewati ramadhan dengan hampa dan sia-sia. Harapan menemukan makna di bulan suci ini begitu nyata sebab itulah murid-muridnya diberikan amanah, yakni sebuah buku kecil, tidak tebal dan juga tidak terlalu tipis yang di dalamnya terdapat sebuah ruang untuk menuliskan rangkuman isi khotbah. Selepas imam sholat selesai membacakan doa, terlihat sekerumun anak-anak yang bersiap untuk berlari dan berebut tanda-tangan imam sekaligus khotib yang menyampaikan khotbah. Vibes berburu tanda tangan itu begitu khas.

 

BEREBUT JABURAN

"Kecepatan berlari, kelincahan, serta timing yang tepat menentukan keberhasilan mendapatkan jaburan!"

Ibu-ibu selalu menyiapkan jajanan yang nantinya akan dibagikan selepas sholat tarawih usai. Jajanan yang dibagikan ini disebut juga dengan jaburan. Jenis jaburan yang dibagikan cukup beragam, di setiap harinya selalu berbeda. Mulai dari arem-arem, gorengan, lemper, dan berbagai jenis jajan pasar lainnya. Perlu ketrampilan khusus untuk mendapatkan jaburan, kecepatan berlari dan kelincahan berperan penting di sini. Timing yang tepat dan kemampuan meraih dengan cepat akan menentukan dapat tidaknya jaburan yang sudah terbayang dan mengganggu kekhusyu'an sholat tarawih. Memang sih, jenis makanan yang disajikan sangat sering ditemui dan mudah didapatkan, namun pada momen ini ada sebuah challenge yang menantang. Ketika mampu mendapatkan jaburan ada sebuah kebanggan tersendiri yang bisa disombongkan di antara teman-teman pada masa kecil silam.

 

MAINAN SARUNG

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline