Lihat ke Halaman Asli

Podluck Podcast

Jaringan podcast yang fokus pada dunia kreatif di Indonesia, seperti seni, ilustrasi, buku, film, dan lainnya.

Cerpen Audio: Bakwan Pelipur Lara - Alia Makki

Diperbarui: 19 Agustus 2020   17:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Indonesia memasuki bulan kelima sejak virus COVID-19 diumumkan resmi masuk ke tanah air. Sejak itu juga, segalanya berubah. Dunia sedang memasuki era kenormalan yang baru, perubahan yang tidak bisa dihindari seiring dengan berubahnya juga kondisi alam. Normal yang baru sebenarnya bisa terjadi kapan saja. Pandemi COVID-19 hanyalah salah satunya, tapi efek yang dihasilkan cukup luar biasa.

Hari-hari saat ini mungkin belum bisa dibilang pascapandemi, karena kita masih sedang berusaha melewatinya. Namun, ketika nanti sudah lewat pun, tidak akan ada yang sama setelahnya. Mungkin kita bisa menemukan hal-hal yang dirindukan di masa lalu saat ini dan nanti, tapi, rasanya pasti akan berbeda. Entah itu siapa yang ada di samping kita, cara berinteraksi, cara bepergian, dan lainnya. Namun, pasti juga selalu ada hal yang kita pegang teguh dulu dan sekarang agar diri sendiri tetap bisa bertahan sampai beberapa waktu ke depan.

Podcast buku Podcast Main Mata berkolaborasi dengan toko buku dan penerbit independen POST Bookshop membuat tema tantangan pembaca menulis cerita pendek "Yang Akan Datang: Normal yang Baru Pascapandemi". Kami ingin melihat bagaimana para penulis merespons segala keresahan yang terjadi saat ini dan menuangkannya dalam bentuk tulisan, karena, siapa tahu, menulis itu melegakan.

Hasilnya, ada empat cerita pendek yang bisa didengarkan dan akan dirilis secara berkala. Cerpen audio pertama yang bisa didengarkan berjudul BAKWAN, ditulis dan dinarasikan oleh penulisnya sendiri yaitu Alia Makki. Bercerita tentang seorang anak perempuan dari keluarga berada bernama Nyit melakukan pencarian Mang Adji, ajudannya yang senantiasa menyiapkan bakwan favoritnya sebagai pelipur lara di masa-masa sulit hidup, tapi suatu hari menghilang ketika wabah menyerang.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline