Lagu-lagunya Tulus itu selalu punya diksi yang kuat, storytelling dan enak di kuping. Para penikmat musik tanah air pasti setuju dengan pernyataan itu.
Ada berita baik nih untuk kalian penggemar lagu-lagu Tulus. Belum lama ini, tepatnya tanggal 3 Maret 2022, Tulus baru saja merilis album anyar berjudul Manusia. Album ini berisikan 10 lagu berbahasa Indonesia yang siap memanjakan telinga dan mengaduk-aduk perasaan para penggemar musik tanah air.
Video lirik resminya sudah beredar di Youtube, langsung diunggah oleh akun Youtube Tulus. Jadi untuk anda yang belum mendengar lagu-lagunya bisa segera berkunjung ke portal berbagi video tersebut. Beberapa videonya langsung merebut hati para penggemar musik sehingga sukses bertengger di papan atas lagu-lagu trending. Bukan hanya di Youtube, lagu-lagu di album Manusia ini juga mendapat sambutan hangat di situs streaming musik Spotify.
Ada beberapa lagu yang memang langsung meninggalkan kesan mendalam di hati dan pendengaran. Misalnya: Jatuh Suka, Diri, Nala atau Hati-hati di Jalan.
Nah, pada tulisan ini kita akan mengulik lebih jauh lagu Hati-hati di Jalan, lagu yang sampai tulisan ini dibuat masih menempati peringkat #1 video trending tanah air untuk kategori musik. Bagaimana tidak, belum sampai dua pekan sejak dirilis tanggal 3 Maret lalu, video ini sudah dinonton lebih dari 15,8 juta kali.
Masa penantian panjang sejak album Tulus yang terakhir, Monokrom, pada tahun 2016 lalu akhirnya berbuah manis. Sepertinya memang banyak yang sudah menanti-nanti karya terbaru pria kelahiran Bukittinggi, 34 tahun yang lalu ini.
Jadi menurut saya, jika ingin menikmati patah hati, dengarlah lagu Hati-hati di Jalan ini tanpa skip.
Oke, kita mulai dari beat lagunya. Irama lagu Hati-hati di Jalan cukup pelan, perkiraan saya temponya berada di kisaran 60-80 BPM. Tempo yang memang sesuai untuk lagu-lagu yang chill apalagi dengan tema patah hati seperti ini.
Uniknya, lagu patah hati versi yang satu ini tidak memiliki lirik yang menyayat-nyayat, tapi kesan nelangsanya bisa tetap dalam terasa.
Bait pertama lagu ini menceritakan peristiwa bertemunya si "aku" dan "kamu" (orang pertama dan kedua versi penyanyi)