Lihat ke Halaman Asli

Bayu Segara

Lihat di bawah.

Transaksi Sedekah 10 Kali Lipat, Bagaimana Bisa?

Diperbarui: 24 Juni 2015   04:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Banyak bukti bahwa sedekah adalah salah satu jalan seksi yang mesti diambil oleh umat muslim. Entah itu untuk kebaikan hidup di dunia maupun bekal hidup nanti diakhirat. Karena janji Allah itu pasti. Satu dibalas sepuluh atau tujuh ratus kali lipat adalah sebuah transaksi yang ditawarkan olehNya. Sebuah penawaran yang seharusnya tidak ada satupun yang menolak, karena begitu menguntungkan!

Tidak sedikit cerita dari orang-orang yang telah membuktikan dan mengalami bahwa berniaga dengan Allah tersebut terbukti benar adanya. Kita bisa membaca testimoni atau kata tetangga sebelah mah 'kesaksian' bertebaran di internet. Atau cerita orang-orang di televisi dalam acara ceramah Ustadz Yusuf Mansur bisa kita dengar dan lihat untuk diambil hikmahnya.

Tapiii... Mengapa? Walau sudah begitu banyak bukti, hanya sedikit muslim yang mau melakukan hal tersebut. Sebenarnya, pertanyaan ini tak perlu dijawab. Karena kita telah ketahui bersama bahwa manusia itu pada dasarnya kikir. Inginnya diberi, tapi susah untuk memberi. Tak perlu jauh-jauh saya kasih contohnya bahwa manusia itu kikir. Lihat saja nanti, rating tulisan ini paling yang ngeklik bermanfaat-menarik-inspiratif hanya beberapa orang yang mau melakukannya. Padahal ngekliknya gratis, ga perlu mengeluarkan uang. Jadi, wajar kalo kita disebut kikir, ngeklik yang gratis aja gak mau apalagi melakukan hal-hal yang ngeluarin duit! :)

Namun kenapa pertanyaan ini kita bahas, tujuannya adalah agar ada satu jalan keluar dari masalah itu. Semoga setelah kita bahas, saya dan anda tidak ragu lagi untuk haqul yakin kalau sedekah satu akan dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Mari kita berbagi pemikiran untuk hal tersebut. "Kenapa" dan "bagaimana" saja bahasan nantinya, tidak perlu ribet-ribet pake 5W 1H, biar gak pusing. Setuju?

*****

Kenapa?
Ada beberapa alasan mengapa kita ragu untuk sedekah, berikut kita coba bahas hal tersebut.

Pertama.
Allah tidak bisa dilihat, inilah salah satu alasan kita ragu untuk berniaga denganNya. Kita biasanya berpikiran buruk; nanti bagaimana kalau uang yang saya sedekahkan tidak cepat-cepat dikembalikan. Atau Allah berkelit dengan membalasnya diakhirat nanti sedangkan saya butuhnya sekarang. Bisa-bisa saya sengsara nanti. Bukannya keuntungan yang didapat, malah utang yang merapat.

Kedua.
Kita ragu. Apakah mungkin kalau saya sedekah satu juta atau lebih bisa dibalas sampai tujuh ratus kali lipat jadi tujuh ratus juta? Kok seperti sedang menghayal. Darimana hitungannya dan bagaimana caranya!

Ketiga.
Ada sedikit rasa percaya tapi tidak mau ambil resiko. Kalau tidak bisa dikatakan bahwa kita sebenarnya tidak percaya sama ucapan dan janji Allah dan Rasulnya walau kalau ditanya pasti bilang "PERCAYA" dengan nada berapi-api. Sedekahnya sedikit saja, biar nanti kalau gak dibalas, tidak rugi dan menyengsarakan.

*****

Bagaimana?
Bagaimana dalam hal ini adalah solusi dari ketiga hal tersebut di atas.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline