Lihat ke Halaman Asli

Pecandu Sastra

Jurnalis dan Penulis

Review Buku Tuhan Ada di Hatimu Habib Husein Ja'far

Diperbarui: 5 Februari 2022   19:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

foto dokpri

Tidak di Ka'bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan, Tuhan Ada di Hatimu || Habib Husein Ja'far Al-Hadar.

Secara umum, buku ini mengulas tentang hijrah, akhlaq Islam, dan keislaman itu sendiri. Buku dengan tebal 208 halaman yang diterbitkan melalui Noura Publishing ditulis secara apik, santai, dan bersahabat oleh seorang habib, pendakwah muda, milenial, yang juga aktif ngeyoutube; Habib Husein Ja'far.

Buku ini bisa kita jadikan refleksi, membuka pikiran tentang beberapa hal dari sudut pandang Islam yang ramah, damai, dan sejuk. Tidak menggunakan bahasa langit (sulit), sehingga setiap pembaca asyik menikmati bacaan tanpa jeda, sehingga sesuatu di dalamnya mudah dipahami. Tentunya tidak cukup jika hanya sekali membaca, sebab kita akan ketagihan hehe.

foto dokpri


Banyak sekali hikmat yang didapatkan, beberapa diantaranya; mengenai hijrah, fenomena yang saat ini sedang trend di kalangan kita. Tentang berdakwah ala Nabi, mengapa Islam tidak perlu dibela, Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, serta tentang hal-hal yang amat dekat dan urgent dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi hijrah harus baca buku ini, agar tidak mudah mengkofar-kafirkan orang dengan selunak lidah.

Membaca buku ini menjadi cerminan bagi diri, membuat kita berpikir bagaimana cara kita seharusnya bersikap sebagai seorang muslim. Habib Husein menuliskannya dengan cermat, detail, dan mendalam ke pokok permasalahan.

foto dokpri


Buku ini sangat rekomendasi untuk semua kalangan, termasuk yang tidak beragama Islam sekali pun. Karena, tidak semua isinya di khususkan untuk kalangan muslim, namun, secara umum dan meluas.

Setiap halaman buku, banyak sekali kutipan atau quote, baik dari penulis maupun tokoh lainnya. Namun, membaca buku ini, tidak semata-mata membaca kutipan itu sendiri, melainkan harus secara utuh dan meluas, agar tidak salah dalam pemahaman.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline