Lihat ke Halaman Asli

Peb

TERVERIFIKASI

Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Si Hebat Cakap Mati di Panggung Cakap

Diperbarui: 20 Juni 2015   04:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

14024038651265937404

[caption id="attachment_328384" align="aligncenter" width="681" caption="gambar ;http://img.bisnis.com/posts/2014/06/10/234595/debat-capres_antara.jpg"][/caption]

“Jangan banyak cakap kau !" atau “Ah, banyak cakap kali,kau !” Begitu ucap orang di kampungku kalau lagi geram dengan orang yang banyak omong tapi tak bisa mempertanggung-jawabkan omongannya.

Kalimat itu untuk mengingatkan agar jangan banyak omong atau membual. Apalagi kalau tidak bisa kerja, makin tambah banyak bual. Orang yang ketahuan membual justru diketahui saat dia asik membual. Tempat membual paling mantap yaitu di kerumunan banyak orang yang diperkirakan bisa dibuali.

Banyak omong dan membual sepintas sama, tapi kalo ditengok-tengok lagi ada beda dikit-dikitlah. Banyak omong ya ngomongnya tidak sedikit, mungkin karena memang perlu pejelasan panjang tentang sesuatu yang nyata.



Membual juga banyak omong, tapi yang diomongkan tak ada bukti alias omong kosong. Banyak bohong daripada bukti. Biasanya orang membual karena punya maksud tertentu. Sering ditemui pembual tak bisa kerja atau mau enaknya sendiri.

[caption id="attachment_328386" align="aligncenter" width="681" caption="gambar : http://www.kabar24.com/images-data/posts/2014/06/09/220647/jpg"]

1402404077697231439

[/caption]

Jaman kuliah dulu aku paling tak suka dengan kawan yang banyak cakap. Pandailah dia pidato atau diskusi di kelas atau ruang seminar. Kata orang, kalo kuliah memang perlu pandai cakap untuk adu argumen karena mempertanggungjawabkan teori yang dipelajari.



Okelah, aku sempat percaya juga. Tapi setelah kutengok-tengok kawan yang pandai cakap itu kalau kerjakan tugas kuliah sering tak beres. Maunya menang sendiri dan hasil kerjanya asal-asalan tapi pandai cari alasan. Kubilang aja dia ; “Ah, banyak cakap kali kau !”. Matilah kau dengan cakap kau, tu ! Gara-gara itu aku hampir berkelahi dengan dia. Tak apalah yang penting tugas kuliah beres.

Paling mantap kalau orang yang pandai kerja pandai pula cakapnya. Jadi enak dengar omongannya. Dia pandai bagi-bagi ilmu yang pernah dia kerjakan. Dulu, aku pun punya kawan yang seperti itu.

Kemarin malam bersama kawan-kawan nonton tivi nasional ada orang Debat Capres. Kata kawanku ; “Asik pulak acara,tu ! Perang cakap mereka. Sebelumnya aku dengar dari kawan-kawan dan sering liat di tivi kalo si Prabowo paling hebat cakapnya. Wiih, mantaplah. Bikin orang berdiri bulu kuduklah kalau dia cakap”. Tapi setelah kutengok Prabowo kayak hilang cakapnya.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline