Lihat ke Halaman Asli

Ishak Pardosi

TERVERIFIKASI

Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Jelajah Papua Barat, Melihat Kolaborasi Pemkab Bintuni dan Petro Tekno

Diperbarui: 20 November 2018   01:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Acara Penerimaan Siswa Angkatan Kedua P2TIM (Dok. Pribadi)

Kolaborasi. Itulah kunci utama Pemkab Teluk Bintuni, Papua Barat dalam upaya membangun sumber daya manusia di sana. Pemkab Bintuni menyadari keterbatasannya sehingga merasa perlu untuk menggandeng pihak ketiga. Kemudian dijalinlah kerja sama dengan PT PetroTekno, sebuah perusahaan yang memiliki spesialisasi di bidang pendidikan dan pelatihan pada sektor industri dan migas.

Soal biaya investasi, tentu semua sudah paham kalau bumi Papua boleh dikatakan tidak pernah kekurangan duit. Sebab di sana banyak sumber pendapatan khususnya dari perusahaan migas. Di wilayah Bintuni saja, terdapat dua perusahaan migas raksasa yakni BP Indonesia dan Genting Oil. Bahkan dalam waktu dekat, pabrik metanol raksasa juga akan direncanakan akan dibangun di sana.

Namun uang saja ternyata tidak cukup. Dibutuhkan partner kerja yang mampu melayani kebutuhan Pemkab Bintuni. Sebagai daerah yang kaya migas, Bupati Bintuni, Ir Petrus Kasihiw kemudian merancang perlunya keterlibatan putera daerah setempat untuk ikut terlibat secara langsung dalam industri tersebut. Akan tetapi, bekerja di perusahaan kimia maupun migas tentu saja membutuhkan kemampuan dan keterampilan khusus.

Guna memenuhi keterampilan khusus itulah Pemkab Bintuni menjalin kerja sama dengan Petro Tekno. Hasil dari kerja sama itu kemudian terwujud pada awal 2017 dengan lahirnya Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) yang berdiri megah di Teluk Bentuni.

Pada angkatan pertama, P2TIM telah meluluskan 100 orang siswa yang seluruhnya telah diterima bekerja pada berbagai industri di sekitar wilayah Bintuni. Adapun angkatan kedua, P2TIM juga akan menerima sebanyak 100 siswa yang akan dibagi menjadi 5 kelas.

Selama 3,5 bulan, para siswa di P2TIM akan dibekali pelatihan dan pendidikan dari tenaga ahli yang disiapkan PetroTekno khususnya di bidang caffolding dan rigging (lifting). Pengetahuan siswa semakin sempurna karena materi pelatihan di P2TIM juga didukung peralatan teknik yang betul-betul sama dengan peralatan yang digunakan oleh perusahaan kimia maupun migas.

Tak hanya mendapat pelatihan dan akomodasi yang seluruhnya ditangggung Pemkab Bintuni, para siswa lulusan P2TIM juga mendapat sebanyak 18 sertifikat berstandar internasional seperti EC ITB. Selain mendapat pelatihan teknis, para siswa P2TIM juga dibekali pengetahuan matematika dan bahasa Inggris.

Direktur Petro Tekno, Hendra P, mengungkapkan terimakasih kepada Pemkab Bintuni yang telah mendukung secara penuh kegiatan yang berlangsung di P2TIM. Hendra juga berpesan kepada para siswa angkatan kedua agar tetap semangat selama bergabung di P2TIM.

"Hari ini adalah permulaan yang menjadi sejarah bagi Bintuni karena kita telah sukses mencetak 100 siswa yang siap bekerja. Sekarang kita akan memulai angkatan kedua setelah melalui seleksi ketat. Jadilah pahlawan muda bagi Bintuni untuk masa depan yang lebih cerah," ujar Hendra, Senin (12/11/2018).

Simak Pidato Direktur Petro Tekno, Hendra P berikut ini:





BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline