Lihat ke Halaman Asli

Sungkowo

TERVERIFIKASI

guru

P5 Bikin Sekolah Semakin Dekat dengan Masyarakat

Diperbarui: 14 November 2023   17:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi pendidikan (Kompas.id/Heryunanto)

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendesain Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka untuk membangun karakter siswa. Sebab, ditengarai telah terjadi degradasi karakter siswa (baca: anak) dua dekade terakhir ini, yang diperparah pada masa pandemi Covid-19.

Baik guru, orangtua, maupun masyarakat memiliki penilaian yang relatif sama. Misalnya, sikap santun telah  berkurang, sikap gotong royong sudah menghilang, sikap kritis tak lagi ada, bertoleransi semakin menguap, dan betapa rendahnya semangat juang anak-anak kita, sekarang.

[Sebenarnya jika kita mau menyadarinya secara jujur, yang mengalami degradasi karakter tak hanya kalangan anak-anak. Tapi, orang dewasa juga. Bahkan, sangat mungkin adanya degradasi karakter pada anak karena terdampak dari orang dewasa.]

Tapi, karena anak-anak merupakan generasi penerus yang kelak harus mengemban tugas demi kemajuan bangsa dan negara, perlu dibekali karakter yang kuat. Tak mungkin membiarkan (begitu saja) mereka karena sudah pasti tantangan bangsa dan negara ke depan semakin berat dan beragam.

Ilustrasi: Guru-guru SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah, sedang berguru di pengusaha batik Ecoprint beberapa waktu yang lalu. (Dokumentasi pribadi)

Dan, menyadari sumber membangun karakter dapat digali dari  Pancasila, dasar negara (kita), maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dijadikan karakter yang harus dimiliki anak-anak sebagai pelajar.

Nilai-nilai tersebut adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebhinekaan global; bergotong royong; mandiri: bernalar kritis; dan kreatif.

Keenam nilai itu disebut sebagai dimensi profil pelajar Pancasila. Sehingga, anak-anak yang di dalam kehidupannya mengejawantahkan nilai-nilai termaksud, mereka disebut pelajar Pancasila.

Menanamkan keenam dimensi profil pelajar Pancasila ke dalam diri anak-anak didesain melalui pembelajaran P5. Pembelajaran P5 dikemas  berbeda dengan pembelajaran intrakurikuler. Karena pembelajaran P5 diaplikasikan dalam bentuk proyek.

Proyek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan rencana pekerjaan dengan sasaran khusus (pengairan, pembangkit tenaga listrik, dan sebagainya) dan dengan saat penyelesaian yang tegas.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline