Aku menemukannya teronggok sendirian di tepi jalan…
Warnanya mulai pudar…tak mampu menahan panasnya terik matahari atau dinginnya siraman air hujan..tertatih-tatih mengarungi waktu..menunggu lumut, atau apalah yang akan menguraikannya menjadi tanah kembali…
Mungkin ia telah turut menyaksikan banyak hal dalam sejarah kehidupan manusia.
Mungkin ia telah menyaksikan bagaimana jahatnya keputusasaan menghancurkan kehidupan manusia yang nekat untuk memilihny, bagaimana iri hati dan dengki menghancurkan persahabata, kepedihan yang terus menerus bisa membuat hati jadi mati.
Mungkin ia juga telah menyaksikan ketidakpedulian menghasilkan kehancuran. Kehilangan empaty menghasilkan luka. Keserakahan menghasilkan monster.
Mungkin ia juga telah turut menyaksikan harapan bisa begitu mengokohkan…tekad yang keras bisa meruntuhkan ketidakmungkinan…dan air mata ternyata bisa juga jadi cemeti untuk terus melangkah maju.
Hari ini dia masih teronggok sendirian di sana…berdebu dan sendirian…menunggu lumut atau apalah yang akan segera menguraikannya…….
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H