Lihat ke Halaman Asli

ORYZAE SATIVA DILLA DAMAYANTI

Ekonomi Pembangunan Universitas Tanjungpura

Kehidupan Sebagai Penerima Bantuan Sosial Pemerintah : Potret Seorang Wanita Berjuang Mencari Rezeki Yang Hidup Bersama Anak dan Cucu nya

Diperbarui: 14 April 2024   18:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar milik penulis

Kondisi Keluarga

Seorang ibu yang menghidupi anak dan cucu nya ini bertempat tinggal di Sungai Jawi Luar atau Jeruju, ialah Ibu Syarifah Titin yang biasa dikenal dengan ibu Titin beliau berusia 60 tahun dan hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Ibu Titin tinggal bersama kedua anak nya dan 3 cucu nya yang masih bersekolah didalam rumah yang saat ini ia huni. 

Kehidupan sehari-hari ibu Titin adalah seorang pedagang tanaman pot bunga dan tanah bakar. Pendapatan beliau selama 1 bulan tidak menentu dikarenakan tidak setiap hari mau pun setiap saat ada yang membeli, namun biasanya ibu Titin menerima pesanan tanaman bunga tersebut dari sekolah dan untuk taman. 

Ibu Titin menjual tanaman bunga nya itu dengan kisaran harga dari Rp 25.000 -- Rp 50.000/pot dan tanah bakardengan harga Rp 10.000/bungkus. Dengan pendapatan nya yang tidak menentu itu ibu Titin tetapbisa makan sehari-hari bersama anak dan cucu-cucu nya, ibu Titin memiliki 2 orang anak dan 3 cucu yang masih bersekolah SD, SMP, dan SMA. 

Ibu Titin adalah salah satu penerima PKH 2023 yang masih aktif sampai sekarang, bu Titin menerima bantuan PKH berupa uang tunai yang akan diterima selama 2-3 bulan sekali. Bu Titin berkata jumlah yang ia terima terkadang Rp 200.000 -- Rp 600.000 seberapa besar jumlah yang ia terima tidak dapat diketahui jumlah nya karena uang yang ia terima setiap 2-3 bulan sekali itu tidak selalu sama jumlah nya, bu Titin menerima bantuan tersebut karena faktor ia kurang mampu dalam segi ekonomi dan 3 cucu nya yang masih bersekolah. 

Proses pengambilan uang bantuan tersebut diambil menggunakan kartu ATM yang telah diberikan kepada ibu Titin dan ketika bu Titin ingin mengambil uang tersebut bu Titin di antar dan dibantu oleh anak nya. Seberapa besar jumlah yang ibu Titin dapatkan, bu Titin tetap bersyukur dan senang bisa terpilih sebagai penerima bantuan PKH ini karena dapat membantu dari segi kebutuhan keluarga bu Titin dalam sehari-hari.

Rumah dan Aset

Gambar milik penulis 

Keluarga ibu Titin tinggal dirumah yang berstatus kan milik ibu Titin sendiri dengan panjang rumah 12,5 m dan lebar 5 m pada luas tanah yang panjang nya 30 m dan lebar 7 m. Rumah bu Titin berdinding kan setengah tembok dengan lantai rumah plester semen, atap dengan seng dan terdapat 1 ruang depan, 1 ruang dapur dan 1 kamar.

Sumber air mandi dan cuci bu Titin menggunakan air parit yang berada dibelakang rumah dan sumber air minum keluarga bu Titin sehari-hari adalah dengan air galon. Bahan bakar untuk masak bu Titin menggunakan gas yang bertabung hijau atau gas 3 kg dan ketika hendak memasak nasi bu Titin hanya memasak di kompor atau di dandang karena bu Titin tidak memiliki rice cooker. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline