Lihat ke Halaman Asli

Opa Jappy

Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Persekusi, Dampak Kriminalisasi Basuki Tj Purnama

Diperbarui: 28 Mei 2017   03:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Sumber: Indonesia Hari Ini"][/caption]

Persekusi atau tindakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga, didasarkan atas upaya segelintir pihak untuk memburu dan menangkap seseorang yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap tokoh agama dan dan institusi agama.

Tahapan Persekusi sebagai berikut:
1. Mentrackdown orang-orang yang menghina ulama/agama/suku/ras
2. Menginstruksikan massa untuk memburu target yang sudah dibuka identitas, foto, alamat kantor/rumah
3. Aksi gruduk ke kantor/rumahnya oleh massa
4. Dibawa ke polisi dikenakan pasal 28 ayat 2 UU ITE atau pasal 156a KUHP

Seharusnya persekusi tidak dilakukan karena bila mengacu pada proses hukum yang benar (process due of law)
apabila menemukan posting menodai agama atau ulama/SARA:
1. Melakukan somasi
2. Melakukan mediasi secara damai, bukan digruduk massal
3. Bila mediasi tidak berhasil, melaporkan ke polisi
4. Mengawasi jalannya pengadilan agar adil

Jika aksi-aksi persekusi  dibiarkan terus-menerus maka akan menjadi ancaman serius terhadap demokrasi; sehingga yang terjadi adalah
- proses penegakan hukum berdasarkan tekanan massa
- tidak ada kepatuhan hukum padahal Indonesia adalah negara hukum
- tidak terlindunginya warga negara karena absennya asas praduga tak bersalah
- terancamnya nyawa target karena tindakan teror
- mengancam kebebasan berpendapat

Oleh karena itu, SAFEnet mendesak:
1. Kapolri melakukan penegakan hukum yang serius pada tindakan persekusi atau pemburuan sewenang-wenang yang dilakukan segelintir pihak
2. Menkominfo melakukan upaya meredam persekusi yang  memanfaatkan media sosial karena melanggar hak privasi dan mengancam kebebasan berekspresi
3. Pemerintah Indonesia memberi perlindungan kepada orang-orang yang menjadi target dari persekusi, karena setiap orang harus dijamin dan  dilindungi dengan asas praduga tak bersalah serya terhindar dari ancaman yang membahayakan jiwanya.

---#---

SAFEnet atau Southeast Asia Freedom of Expression Network merupakan jaringan relawan kebebasan ekspresi di Asia Tenggara, setelah mengikuti sejumlah gerakan dan aksi yang terjadi di tanah air, maka dinilai sebagai persekusi.

Menurut SAFEnet, salah satu pemicu atau latar belakang   persekusi adalah menetapkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai terpidana dengan pasal penodaan agama. Lalu setelah Ahok divonis bersalah, muncul tindakan persekusi atau pemburuan atas akun-akun yang dianggap menghina ulama, rohaniawan, agama atau SARA di media sosial.

Faktanya, ada semacam gerakan yang dilakukan oleh orang per orang atau kelompok dalam ranngka "mengejar" posting, update, upload di media sosial; juga menolak orang-orang yamg sering menyampaikan orasi serta narasi yang sarat sentimen SARA.

Dan jika menemukan hal-hal itu, menurut penilaian sendiri dan sepihak, yang bisa dihubungkan sentimen SARA, maka (akan) ditambahkan kata-kata provokatif, kemudian dipublikasikan secara masif sehingga menjadi viral.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline