Lihat ke Halaman Asli

SANTOSO Mahargono

TERVERIFIKASI

Penggemar Puisi, Cerpen, Pentigraf, Jogging

Hujan Bulan September

Diperbarui: 24 September 2022   12:31

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar https://www.flickr.com

Hujan Bulan September mulai menggenangi percakapan serta cipratan sepi di kotamu. Sedangkan aku baru saja berteduh dari kata-kata, majas-majas serta janji yang belum terpenuhi. Matahari telah padam, malam berjingkat mengusung kegelapan.

Di kotamu, jejak silam menguar. Di antara remah mimpimu, kupunguti padma yang tak berbunga. Kurangkai menjadi seuntai fatwa rindu, cuaca sedang patah hati.

Kuharap ada mimpi di pucuk dinihari. Menjumlahkan bilangan sepi. Menuangkan dalam keramaian bincang. Bukan gaduh yang memecah percakapan. Mengalirlah kenangan, ke penjuru hatimu. Aku masih disini. Mencintaimu selamanya.


SINGOSARI, 24 September 2022

Sumber gambar https://www.flickr.com

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline