Lihat ke Halaman Asli

Fauji Yamin

TERVERIFIKASI

Tak Hobi Nulis Berat-Berat

Warung Rezeki

Diperbarui: 10 November 2023   03:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bang Edoy dan gerobak dagangannya (dokpri)

Setiap manusia punya kisah yang tersimpan rapat dalam diri. Kisah yang tak akan dibagikan bila tak ada perkenalan dankedekatan psikologis.

Sama seperti Bang Edoy, seorang kenalan di Jakarta. Darinya ,saya mendapatkan pelajaran tentang kesempatan harus digunakak sebaik-baiknya sebab kadang tidak datang dua kali. Juga tentang keihlasan menjalani hidup apa adanya.

*

Bang Edoy begitu panggilannya. Kasak-kusuk pedagang sekitar, nama lengkapnya Muhammad. Itu saja tanpa ada tambahan depan atau belakang. Karena ada dua pedagang yang namanya sama maka ia sendiri yang memutuskan agar dipanggil Edoy.

Saking serius, di belakang gerobak dagangannya tertulis gerobak milik Edoy.

Setiap malam, sehabis Bad'dah Isya, saya selalu mengunjungi kiosnya. Pria berumur 50 tahun ini seperti sudah paham apa yang hendak saya lakukan. 

Bayar utang, satu bungkus rokok, dan segelas kopi saset. 

Pria yang berasal dari Karawang ini seakan sudah paham apa yang saya inginkan. Sekali saja ia melihat batang hidung saya menuju tempatnya, sudah buru-buru dia siapkan kopi dan sebungkus rokok. Dua tahun berteman sepertinya sudah cukup ia menghafal gelagat diri ini.

Setelah kopi terseduh, barulah kami berbagi cerita hingga jam dua belas malam. Atau ketika ia sudah terkantuk-kantuk lantaran seharian berdagang. Dan butuh istirahat. 

Sejak perjumpaan awal di 2021 silam, pedagang sekitar menlabeli kami adik kakak. "Bang Edoy, di cariin adeknya". Teriakan itu muncul sesekali jika saya mencarinya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline