Lihat ke Halaman Asli

Upaya Setan

Diperbarui: 13 Desember 2023   17:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pagi menyapa ramah,
sementara di dalam gedung menggema zikir.
Di ujung acara semua tangan menengadah
pemilik mata mendongak  ke atas
Suara pak Yai terdengar sayu
para rawuh memasang telinga
lisan-lisan mereka bilang aaamiiin.

diam-diam angin menyelusup
sesekali mengusik mereka.
Setan-setan berjibaku obral kata-kata
diantara mereka terpancing rayuan.
sebagian dalam keteguhan iman,
tak terombang-ambing oleh angin jelmaan.

Anak-anak kecil berlarian
menendang-nendang riang,
selayang pandang satu dua
melepas tangis memuntahkan jeritan.
Merengek-merengek
ingin dalam timangan bunda.

Setan ingin menggoyangkan kekhusyukan,
pantang menyerah
merekut pasukan.
Acara tak kunjung usai,
tapi, sendi-sendi dilabur lelah,
sementara mengantuk bermain-main di sepasang mata.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline