Menurut laporan media resmi Republik Islam Iran, IRIB bahwa pesawat tempur Zionis israel Senin sore(1 April 2024)melancarkan sejumlah serangan udaranya dengan beberapa rudal yang menargetkan Gedung Konsulat Jenderal Republik Islam Iran yang menyebabkan gedung konsulat Iran di distrik Menzeh Damascus(Suriah ) tersebut hancur .Serangan mematikan itu sengaja ditujukan oleh Zionis Israel meskipun merupakan suatu pelaanggaran terhadap konvensi Jenewa dan hukum internasional.
Walaupun pasukan penangkis serangan udara Suriah berhasil menembak jatuh beberapa rudal ,tetapi rudal-rudal Zionis israel lainnya berhasil menghancurkan gedung konsulat jenderal Iran yang menewaskan beberapa orang diplomati. Menurut kantor berita Iran Tasnim bahwa komandan korps pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan wakilnya Jenderal Mohammad Hadi Hajriahimi turut menjadi korban kebiadaban Zionis Israel, sebagaimana juga dilansir Reuter pada hari yang sama Senin 1 April 2024 .
Terkait masalah itu Menteri Luar Negeri(Menlu)Republik Islam Iran, Hossein Amir Abdollahian mengatakan bahwa apa yang dilakukan Zionis Israel tidak bisa ditolerir karena selain hal itu merupakan pelanggaran terhadap konvensi Jenewa dan hukum internasional yang tidak bisa diterima begitu saja,oleh sebab itu Teheran berhak membalasnya dengan sangat keras dimanapun sesuai kebutuhannya. Duta Besar Republik Islam Iran ,Hossein Akbari yang merupakan salah seorang yang selamat dan tidak terluka dalam Gedung Konsulat saat serangan maut Zionis Israel mengatakan bahwa paling tidak 5 orang tewas termasuk 3 personel militer.
Serangan Zionis Israel kali ini sangat serius dari pada serangan-serangan yang dilakukan sebelumya,karena serangan Zionis Israel terhadap gedung konsulat itu bukan hanya karena menimbulkan korban dari petinggi militer dan para diplomat negeri para mullah itu namun serangan terhadap Gedung Konsulat yang merupakan wilayah ektra teritorial Iran serupa halnya dengan serangan terhadap wilayah kedaulatan Republik Islam Iran .Hal ini tentu saja dampak konsekwensinya juga sangat besar dan luas, yang kemungkinan besar belum pernah dirasakan oleh Zionis Israel.
Perseteruan antara Zionis Israel -Republik Islam Iran sudah berlangsung beberapa dekade sejak runtuhnya dinasty Pahlavi oleh Ayatullah Ruhullah Khomeini. Pada masa Iran dikuasai oleh dinasti Mohammad Reza Pahlavi sebagai monarchi hubungan Teheran dengan Tel Aviv dan Washington sangat baik,bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa hubungan Amerika Serikat(AS)dengan Iran saat itu relatif sama baiknya dengan hubungan Zionis Israel dengan AS sekarang ini.Teheran kemudian bergabung dalam aliansi militer Timur Tengah Midle East Treaty Organization(METO) pimpinan AS. Namun sejak dinasti Pahlavi digulingkan oleh Khomeini pemimpin Revolusi Republik Islam Iran hubungan Washington-Teheran memburuk. AS bersama Zionis Israel dan sekutunya terus mengintimidasi Teheran dengan berbagai sanksi terhadap Teheran dijatuhkan oleh AS dan sekutunya karena Republik Islam Iran dituding sedang mengarah kepembuatan senjata nuklir yang selalu dibantah oleh negara yang dulunya dikenal sebagai Parsia itu.
Karena merasa terancam dari aliansi pimpinan AS yang selalu melancarkan provokasi terhadap Republik Islam Iran,sehingga rasa nasionalisme Iran semakin kokoh dan kuat dalam konteks menghadap ancaman dari AS dan sekutunya.Aliansi Barat pimpinan AS pernah membantu Iraq melawan Teheran,tetapi Teheran terlalu kuat meyebabkan peperangan tersebut diakhiri dengan kerugian lebih besar diderita rezim Bagdad.Selanjutnya aliansi pimpinan AS kembali menghancurkan rejim Iraq pimpinan Saddam Husein sebagai daampak Bagdad menduduki Kuweit.
Dalam konteks ini kekuatan Republik Islam Iran semakin tangguh dan sangat diperhitungkan sebagai kekuatan baru di kawasan Timur Tengah menyaningi Zionis israel, Arab Saudi dan Mesir. Melalui sejumlah rekayasa opini publik internasional bersamaan rekayasa konstalasi politik yang dilakukan Gedung Putih secara terstruktur sistematis massiv maka terciptalah suatu konstalasi politik seakan-akan Teheran merupakan ancaman bagi negara-negara teluk sekitarnya.
Selanjutnya beberapa negara teluk membentuk organisasi kerjasama teluk dalam bidang militer untuk mengantisipasi segala bentuk seranagan dari Teheran,dan beberapa negara teluk Parsia mengizinkan wilayahnya dijadikan pangkalan militer AS seperti yang dilakukan Bahrain,UAE bahkan Arab Saudi.Sementara Teheran tidak tinggal diam, tetapi terus menerus meningkatkan kemampuan teknologi militernya sendiri sehingga menjadi salah satu kekuatan militer tercanggih di kawasan Timutr Tengah yang menyaingi Tel Aviv. dan sekutunya.Peningkatan ketegangan itu terus terjadi sehingga Teheran menggunakan organisasi -organisasi militer Houthi (Yaman),Hamas(Palestina),Hizbullah(libanon)dan kelompok militan dari Iraq-Suriah untuk menjaga halaman Teheran dari berbagai ancaman seterunya tesebut ,karena Republik Islam Iran terkesan enggan terlibat langsung dalam konflik di Timur Tengah.
Kendatipun beberapa ahli nuklir dan jenderal komandan pasukan elite korps revolusi republik Islam Iran tewas korban pembunuhan yang disinyalir dilakukan oleh para agen intelejen Zionis Israel Mossad ataupun agen intelejen AS CIA ,namun Teheran masih enggan terlibat langsung dalam aksi pembalasannya terhadap pelaku kriminal tersebut.Akan tetapi serangan Zionis Israel terhadap Gedung Konsulatnya di Damascus Senin 1 April 2024 yang menewaskan beberapa diplomat dan komandan korps Garda Revolusi Iran (ICRG) itu sangat serius karena terkait langsung dengan kedaulatan Republik Islam Iran,karenanya tidak mustahil Teheran akan terlibat langsung perang terbuka melawan Zionis Israel. Jika hal ini menjadi kenyataan ,kawasan Timur Tengah semakin meningkat eskalasinya hingga bisa tidak terkendalikan kalau AS terlibat langsung juga dalam konflik sebagai pembela Zionis Israel.
Itulah yang dikehendaki PM.Benyamin Netanyahu yang saat ini semakin tertekan oleh seruan gencatan senjata ,pemberian akses bantuan internasional ke jalur Gaza dan juga pembebasan sandera sesuai resolusi DK-PBB no2829 yang didukung oleh 14 negara anggota DK-PBB dengan abstainnya AS. Dalam konteks inilah saat ini di PBB sedang dibicarakan tentang serangan Tel Aviv yang menghancurkan Gedung Konsulat Republik Islam Iran di Damascuc, Suriah. Rusia,Tiongkok ,Turkiye ,Indonesia dan beberapa negara EU mengutuk keras serangan Zionis Israel terhadap gedung konsulat Iran di Damascus namun AS sejauh ini masih mengingkari keterlibatannya dalam membantu serangan Zionis israel terhadap gedung konsulat Republik Islam Iran di Damascus Apapun bantahan AS ,namun lazimnya Gedung Putih selalu memberikan informasi intelejennya kepada Tel Aviv sebagaimana AS memberikan garis kordinat posisi pejuang kemerdekaan Palestina di jalur Gaza Begitulah kemunafikan AS,jikalau kejahatan genosida dilakukan Twel Aviv dianggapnya sebagai upaya membela diri padahal justru Tel Aviv melancarkan genosida di jalur Gaza sebagai upaya untuk membungkam para perjuangan kemerdekaan Palestina.
Kini PBB bertindak cepat untuk meredam menurunkan eskalasi ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv yang sudah sangat kritis tersebut dengan mengirim surat kepada DK-PBB supaya segera mengadakan sidang darurat untuk menanggapinya dengan serius serangan Zionis israelterhadap Gedung Konsulat Republik Islam Iran di Damascuc,Suriah.Diharapkan AS tidak menggunakan hak vetonya jika resolusi DK-PBB yang dikeluarkan untuk menghukum kejahatan-kejahatan dan genosida yang dilakukan Zionis Israel karena berbagai pelanggarannya terhadap hukum humaniter internasional.