Pilkada DKI putaran pertama sudah selesai, sekalipun belum ada pengumuman resmi dari KPU tentang hasil dari putaran pertama, tapi melalui hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa Lembaga Survey sudah diketahui pasangan mana , siapa yang masuk pada putaran kedua.
Putaran kedua nanti akan diikuti oleh pasangan calon Basuki Tjahaya Purnama [ Ahok ] dan Djarot saiful hidayat berhadapan dengan Anis Baswedan dengan Sandiaga Uno.
Sampai saat ini belum terdengan lagi program dari Ahok Djarot untuk lebih meyakinkan pemilihnya, sebaliknya pasangan Anis Sandi mempunyai dua program yang saat ini menarik perhatian para pemilih.yaitu mengenai kepemilikan rumah untuk orang miskin dengan DP 0 % dan program mengatasi banjir dengan vertical drainage.
Karena kedua program yang dilontarkan Anis Sandi ini sangat menarik, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri untuk meraup suara pemilih pada putaran kedua nanti., karena kedua program tersebut akan menjawab dua permasalahan kronis di DKI yaitu masalah pemukiman dan banjir., disamping persoalan2 lain seperti macet dan lain sebagainya.
Setelah dilontarkan oleh Anis Sandi tentang kedua program tersebut, masih banyak pertanyaan tentang kedua program itu, pro dan kontra terjadi karena banyak hal yang menjadi kontroversi.sehinga ,menimbulkan keraguan apakah program tersebut bisa direalisasikan atau hanya sekedar suara manis janji kampanye untuk memilkat pemilih.
Untuk menjawab keraguan yang timbul di benak para pemilih tersebut,, terutama para pendukung Ahok Djarot , dan juga pencerahan bagi pendukung Anis Sandi , serta untuk memikat suara pendukung Agus Silvy, ada baiknya Anis Sandi dan Tim suksesnya mejawab dan mempublikasikan secara lebih luas ,apa dan bagaimana bentuk dan pelaksanaan kedua program itu [ DP 0 % dan Vertical drainage ] secara lebih tehnis dan detail serta pertimbangan landasan hukumnya, terutama mengenai DP 0 %. agar pemikiran dan konsep Anis Sandi tersebut tersosialisasikan secara lebih jelas sebagai referensi bagi pemilih.
Pemilih Anis Sandi banyak yang berdasarkan faktor sosiologis dan rasional [ berdasarkan kesamaan agama dan melihat program ] , sebagai pemilih sosiologis tentu tidak mempersoalkan apakah kedua program itu layak atau tidak , buat pemilih sosiologis program bukan pertimbangan utama buat mereka, . mereka lebih melihat latar belakang figur.
Berbeda dengan pemilih sosiologis, pemilih rasional, tentu akan mengkaji terlebih dahulu program tersebut bagaimana kemungkinan realisasinya..kelayakannya karena apabila program DP 0 % dan Vertical Drainage berhasil akan merupakan program yang sangat menguntungkan bagi seluruh penduduk DKI ... pemilih rasional inilah yang harus diyakinkan Anis Sandi , bagaimana sesungguhnya program DP 0 % dan Vertical Drainage itu.
Bagi pemilih rasional , kalau program DP 0 % dan vertical drainage hanya merupakan janji manis kampanye yang tidak mungkin direalisasikan, maka ini akan sangat merugikan mayoritas penduduk DKI secara keseluruhan selama lima tahun, karena mereka gagal memilih pemimpin yang mampu merealisasikan janji kampanyenya.. . pemilih rasional ingin memastikan agar janji janji kampanye para Paslon bukanlah janji kosong yang merugikan, tapi janji yang akan dapat dilaksanakan.
Jangan sampai para pemilih dibohong pakai DP 0 %, kasihan rakyat terutama rakyat miskin yang sangat berharap mempunyai tempat tinggal ternyata hanya diberi janji oleh Anis Sandi janji angin surga.......
Mungkin banyak pemilih yang sudah memahami konsep DP 0% dan vertikal darinage itu, tapi masih banyak juga yang masih belum memahaminya, sehingga terjadi kontroversi , sampai Gubernur BI ikut bersuara. .Oleh sebab itu ditunggu konsep DP 0 % dan Vertical drainage dari Anis Sandi dan Tim suksesnya.... Kalau tidak ada konsepnya, hal ini akan menjadi pertanyaan bagi para pemilih terutama pemilih rasional, Tanpa konsep , maka terbukti bahwa kedua konsep tersebut hanya janji manis yang hanya ingin memikat suara terutama suara rakyat miskin , maka Dibohongi pakai DP 0 % terbukti..