Lihat ke Halaman Asli

Liga 1 Putri 2019: Singgasana dan Mahkota Ratu Sepak Bola Indonesia untuk Persib Putri

Diperbarui: 29 Desember 2019   17:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

instagram: @persib.putri

Pergelaran kompetisi sepakbola putri terbesar di Indonesia mencapai klimaksnya sore tadi. Persib Putri dan Tira Persikabo Kartini menjalani final leg kedua Liga 1 Putri 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor untuk memperebutkan tahta sebagai Ratu Sepakbola Indonesia.

Persib sebenarnya mempunyai peluang juara yang sangat besar mengingat pada Final Leg pertama (22/12) di Stadion Si Jalak Harupat mereka berhasil menang dengan skor  telak 3-0 lewat gol Febriana, Tia Darti dan Uyung.

Seharusnya dengan format Home-Away, kemenangan tersebut bisa menjadi sebuah keuntungan yang sangat besar bagi Persib, namun hal tersebut tidak berlaku di kompetisi ini dikarenakan regulasi Liga 1 Putri 2019 yang cukup unik. 

Keunggulan tersebut tidak akan berarti apapun seandainya pada Leg 2 tadi Persib kalah dari Tira Persikabo berapapun skornya. Walaupun Persib kalah dengan 1-0 pun, laga akan dianggap seri dan harus diselesaikan dengan adu penalti.

Hal tersebut tercantum dalam surat Nomor 5308/AGB/1641/XII-2019 tertanggal 4 Desember 2019 yang berisi aturan khusus. Dikutip dari situs web resmi PSSI, aturan tersebut berbunyi, "Jika didapatkan hasil nilai yang sama dari hasil semifinal leg 1 dan leg 2 maupun final leg 1 dan leg 2, maka penentuan pemenang akan dilanjutkan melalui tendangan titik penalti di pertandingan leg kedua tanpa melalui perpanjangan waktu dan tidak mempertimbangkan ketentuan gol tandang".

Sebuah regulasi yang bisa diperdebatkan, karena sangat jarang bahkan penulis mengingat belum pernah ada kompetisi resmi di dunia yang menggunakan format tersebut. Seperti yang kita ketahui, sejak tahun 1965 berbagai kompetisi resmi FIFA dan federasi sepak bola dibawahnya selalu  menggunakan sistem agregat gol dan agresivitas gol tandang pada babak knock-out pertandingan resmi dengan format Home-Away. Sedangkan yang digunakan untuk Semifinal dan Final Liga Putri ini adalah format head to head. Antik, memang out of the box sekali PSSI tercinta kita ini.

Regulasi ini sempat menimbulkan polemik saat partai semifinal yang mempertemukan Tira Persikabo Kartini dan Galanita Persipura Tolikara. Pada Leg pertama, Tira Persikabo Kartini harus takluk di kandang mereka sendri dengan skor 4-5. Berikutnya di leg kedua, giliran Tira Persikabo Kartini berhasil mengalahkan tuan rumah Galanita Persipura Tolikara dengan skor 1-2.

Secara agregat, skor imbang 6-6 dan secara normal harusnya Persipura lah yang lolos ke babak final karena unggul dalam aggresivitas gol tandang. Namun, sesuai regulasi yang sudah disebutkan diatas, laga harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti. Persipura menolak adu penalti tersebut dan memilih mengakhiri laga.

Hal tersebut membuat hasil pertandingan menjadi menggantung tanpa kejelasan hingga akhirnya harus diputuskan melalui sidang Komite Disiplin. Sidang tersebut akhirnya menghasilkan keputusan bahwa Persipura melanggar pasal 13 ayat (1) jo, pasal 67 ayat (2) Regulasi Liga 1 Putri 2019 dan dinyatakan kalah 0-3, sehingga membuat Tira Persikabo lolos ke final.

Format Liga 1 Putri 2019

Liga 1 Putri 2019 ini berlangsung selama 4 seri dengan sistem home match tornament. Masing-masing seri berlangsung selama 6 hari dan memainkan 4 laga, sehingga total setiap tim bermain sebanyak 16 kali di fase grup.  Total 10 peserta dibagi kedalam dua grup. Grup A diisi oleh Persib Putri, Tira Persikabo Kartini, Persija Putri, PSS Putri dan PSIS Putri. Sedangkan grup B diisi oleh Galanita Persipura, Arema Putri, Bali United Woman, Persebaya Putri dan PSM Putri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline