Para pecinta tenis meja di Bali patut bergembira. Pada 30 Juni hingga 2 Juli 2018 Bali menjadi tuan rumah turnamen tenis meja nasional. Tercatat ada 349 atlet yang berjuang. Mereka semua memperebutkan total hadiah sebesar Rp 165 juta dan berbagai perangkat elektronik di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali.
Yang menarik, turnamen bertajuk "Bali Open 2018" ini tidak sekadar melibatkan para atlet tenis meja untuk berkompetisi saja lho, melainkan juga awak media dan perwakilan koperasi di Bali dan daerah lainnya. Saya adalah salah satu peserta yang mewakili blogger. Walaupun pada akhirnya kalah, dapat menjadi bagian dari turnamen ini membuat saya senang. Hoho.
Kok ada koperasi? Yap, soalnya turnamen Bali Open 2018 terselenggara berkat dukungan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional ke-71 yang jatuh pada 12 Juli 2018. Faktanya, tenis meja juga bukanlah hal asing di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM itu sendiri.
Ibu Menteri Koperasi dan UKM, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau biasa dikenal dengan nama Bintang Puspayoga dikenal sebagai olahragawati di kalangan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) alias perkumpulan para istri menteri. Ia sering memainkannya di kala senggang.
Saking mendalaminya di bidang tenis, ia bahkan menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Bali periode 2015-2019. Kepiawaiannya bermain tenis meja ditunjukkan dalam pertandingan eksibisi antara dirinya melawan Kapolda Bali, Petrus Golaso. Wuiiih!
"Tenis meja di Bali menjadi ajang pemersatu bagi seluruh Banjar yang ada. Selain tentunya bisa menjadi prestasi, juga menjadi ajang tali silaturahmi yang kian mempererat hubungan antarmasyarakat Bali." Jelas Bintang usai pembukaan turnamen tenis meja Bali Open 2018.
Maka dari itu turnamen Bali Open 2018 juga mempertandingkan kategori koperasi yang dimainkan oleh para perwakilan koperasi. Tak hanya perwakilan koperasi di Bali saja, perwakilan koperasi dari daerah lain seperti Koperasi Obor Mas Nusa Tenggara Timur, Koperasi Telkomsel Jakarta, Koperasi Smesco Mandiri Jakarta dan Kospinjasa Jakarta juga unjuk gigi.
Ajang Bali Open 2018 berlangsung dengan semarak. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UKM, Irjen. Pol. Petrus Reinhard Golose selaku Kapolda Bali, IGN Jaya Negara selaku Wakil Walikota Denpasar dan jajaran pemerintahan se-provinsi Bali turut hadir memeriahkan acara ini. Tak lupa pula ratusan penonton dari latar belakang berbeda turut memadati GOR. Pokoknya seru deh!
Setelah melalui berbagai pertandingan yang sengit, akhirnya ditetapkanlah jawaranya. Kopkar Tirta Asih PDAM Buleleng terpilih sebagai pemenang. Kemudian disusul dengan Koperasi Kami Jaya Sejahtera sebagai runner-up 1 dan KPN Dharma Wiguna dan Koperasi Kuta Mimba B sebagai runner-up 2. Selamat!
Jujur ya, saya sih tidak begitu paham tentang tenis meja. Namun terselenggaranya turnamen ini membuat saya senang dan membuat saya sadar bahwa ternyata koperasi memiliki banyak potensi. Pada akhirnya, koperasi bukan sebatas tempat untuk simpan-pinjam saja. Salah besar juga jika beranggapan bahwa koperasi adalah tempat yang kuno atau jadul. Melalui koperasi, siapapun tetap bisa mengembangkan dirinya, meraih prestasi dan tentu saja unjuk gigi. Entah itu bidang kesenian, olah raga, sosial, budaya ataupun lainnya. Turnamen tenis meja Bali Open 2018 adalah contohnya.