Lihat ke Halaman Asli

Pendidikan Anak dalam Konsep Islam

Diperbarui: 29 September 2019   10:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Mendidik anak merupakan sebuah ibadah yang bernilai pahala dalam islam, karena anak adalah anugerah dari Allah yang sudah sepatutnya sebagai orangtua harus benar-benar memberikan pendidikan yang terbaik bagi masa depan anak. Maka dari itu kewajiban orangtua yang pertama adalah mendidik anak dengan agama sejak dini. 

Agar anak lebih dahulu mengenal Tuhan-Nya, sebelum ia masuk pada pembelajaran yang mengasah perkembangan jiwa dan rohaninya. Mengapa pendidikan agama juga penting bagi anak? Jawabannya adalah agar kehidupan anak terarah sejak dini, anak tau bahwasanya hidup itu juga ada aturan dan tujuan. 

Untuk apa sebenarnya manusia itu diciptakan jika bukan hanya untuk beribadah kepada Allah. Juga agar kelak anak menjadi sosok anak yang berbakti kepada kedua orantuanya dan menjadi peribadi yang shaleh-shalehah.

Setiap anak yang lahir ke dunia adalah dalam keadaan fitrah (muslim) namun tergantung bagaimana orangtua menjadikan anak tersebut menjadi islam atau bahkan keluar dari itu. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ath-Tabharani dalam Mu'jamul Kabir. Al-imam Muslim rahimahullah meriwayatkan :

"setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orangtuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, Majusi". Makna dari hadits menjelaskan bahwasanya manusia memiliki sifat pembawaan sejak lahir yang kokoh di atas islam. 

Akan tetapi tentunya juga harus ada tindakan, serta usaha dari orangtua untuk mencetak anak menjadi anak yang shaleh-shalehah sesuai syariat islam. Berikut merupakan poin penting pendidikan anak usia dini dalam konsep islam.

1. Memberi contoh yang baik

Pendidikan anak usia dini dalam islam dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, sebagai orang tua sebaiknya memberikan contoh yang baik kepada anak agar ditiru oleh anak. Ketika anak masih kecil mereka selalu beranggapan bahwa orangtua adalah manusia yang selalu benar. 

Untuk itu anak akan mencontoh apa saja yang dilakukan orang tua tanpa terus banyak bertanya. Dalam hal ini orang tua bisa memberikan contoh tentang indahnya berbagi terhadap sesama. 

Yakni dengan cara memberikan sedekah kepada orang yang kurang mampu, atau berbagi rezeki kepada teman-teman anak. Maka anak pun akan meniru perbuatan orang tua tersebut meskipun tidak secara langsung. Karena dalam menerapkannya anak juga butuh proses yang tidak instan.

2. Membiasakan anak untuk beribadah

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline