Lihat ke Halaman Asli

Niskala KKM10

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Membangun Pengetahuan Baru: Pemberian Pemahaman Makna "Moderasi Beragama" siswa-siswi SDN 1 Petungsewu

Diperbarui: 13 Januari 2024   18:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Niskala 10 (dokpri)

Niskala 10 (dokpri)

Niskala 10 (dokpri)

Niskala 10 (dokpri)

Niskala 10 (dokpri)

Pada hari sabtu, 13 Januari 2024 kelompok 10 kuliah kerja mahasiswa mengadakan sosialisasi mengenai moderasi beragama kepada siswa-siswi SDN 1 Petungsewu. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan mereka terhadap apa itu moderasi beragama dan bagaimana cara penerapannya.

Sebelum memulai acara sosialisasi, kelompok 10 kkm mengajak siswa-siswi SDN 1 Petungsewu senam bersama. Kegiatan senam bersama ditujukan agar siswa-siswi lebih dekat dengan kelompok 10 kkm. Sebelum memulai senam, Bapak Samsul Rahman sebagai kepala sekolah SDN 1 Petungsewu memberikan pesan bahwasanya siswa-siswi diharapkan bisa mengikuti semua rangkaian kegiatan kelompok 10 kkm dengan baik hingga selesai. Beliau juga menyerahkan siswa-siswi kepada kami sepenuhnya. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh semua siswa-siswi kelas 1-6.

Kegiatan senam bersama berlangsung selama kurang lebih 1 jam yang dipandu oleh kelompok 10 kkm. Mereka mengikuti kegiatan senam bersama dengan antusias yang tinggi.

Setelah kegiatan senam bersama selesai, siswa-siswi istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan. Selama kurang lebih 45 menit istirahat, kami mempersilahkan siswa-siswi untuk memasuki kelas agar mengikuti seminar moderasi beragama.

Sebelum memulai acara seminar, kami membagikan snack kepada siswa-siswi bersamaan dengan menonton film bersama mengenai "Toleransi Beragama". Pemutaran film diharapkan siswa-siswi mempunyai pandangan mengenai salah satu contoh penerapan Moderasi beragama sebelum disampaikannya materi. Setelah selesai menonton film dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh saudara Maulana Taufiq dan saudari Fariha Aini. Dalam seminar tersebut disampaikan bahwa moderasi beragama sangat penting karena diperlukan untuk mencegah sikap ekstrem dalam beragama yang tidak sesuai. Pemateri juga memberikan beberapa contoh sikap penerapan moderasi beragama kepada siswa-siswi agar mereka bisa menerapkannya dalam sehari-hari.

Bagi anak-anak usia dini sangat membutuhkan pembentukan karakter. Karakter ini tidak hanya berfokus pada permasalahan yang ada, tetapi bagaimana mereka menerapkan kebiasaan perilaku yang baik dalam lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka memiliki pemahaman dan kesadaran serta rasa tanggungjawab untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Disela-sela acara, kami mengajak ice breaking supaya mereka tidak bosan dan bisa kembali fokus dengan materi. Setelah itu, pemateri juga memberikan pengetahuan mengenai keberagaman agama di indonesia mulai dari tempat beribadah, kitab dan hari besar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline