Lihat ke Halaman Asli

Nilam Alfa Salmah

Karyawan swasta/mahasiswa

Jangan Bawa Perasaan, Body Shaming Jadi Bahan Candaan?

Diperbarui: 22 Mei 2022   19:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber Gambar : Pixabay.com

Pada zaman sekarang sudah tak asing lagi dengan kata-kata Body Shaming. Body Shaming yakni tindakan mengomentari, menjelek-jelekkan atau meledek fisik orang lain. 

Body Shaming dapat kita temui di sekitar kita bahkan di lingkungan keluarga pun dapat kita temukan. Bahkan bukan hanya kita dapati terkait masalah tersebut tetapi bisa kita alami sendiri terkait Body Shaming itu.

Body Shaming sering dapati dari zaman dahulu sampai sekarang masih dijadikan bahan pergunjingan terkait bentuk tubuh ataupun kondisi fisik orang terutama bagi orang yang memiliki tubuh yang gemuk pasti tak luput dari komentar orang lain. 

Beberapa orang terkadang memberikan saran untuk diet agar memiliki tubuh ideal. Namun, saran-saran atau komentar yang didapat belum tentu membangun seseorang untuk semangat diet ada pula yang menerima kritikan terkait bentuk tubuhnya itu menjadikan dirinya merasa insecure. 

Padahal standar kecantikan tidak harus memiliki tubuh yang langsing. Namun, memiliki badan yang mendekati obesitas juga tidak baik untuk kesehatan.

Dalam masyarakat masih adanya Body Shaming bahkan dalam lingkungan pertemanan seringkali menemukan teman yang toxic. Seringkali dilingkup pertemanan pasti ada teman yang dijadikan bahan candaan.

Misal salah satu di antara lingkungan pertemanan baik di tempat kerja, sekolah dan lain sebagainya ada yang memiliki badan yang gemuk, pasti akan ada yang melakukan tindakan menyamakan bentuk tubuhnya dengan hewan, atau meledek dengan istilah-istilah yang mirip dengan badannya. Lingkungan yang tidak sehat ketika Body Shaming dibalut dengan candaan. karena, sudah termasuk bullying.

Semenjak munculnya kata gaul Baper (Bawa Perasaan), orang-orang kurang memikirkan perasaan orang lain. Padahal apa yang kita komentari atau ledek walaupun dengan maksud bercanda, belum tentu orang yang mendapat candaan tersebut menerima dengan santai. 

Ketika ada yang memulai mengomentari terkait penampilan fisik orang pasti akan diakhiri dengan kata "Jangan baper dong, kita cuma bercanda". 

Walaupun maksudnya bercanda, kita tidak tahu hati orang itu bagaimana bahkan ada pula ketika dijadikan candaan terkait bentuk fisik atau penampilannya, dapat membuatnya tersinggung atau sensitif hatinya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline