Lihat ke Halaman Asli

Neng Septia nuzul

UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Dunia Pendidikan di Sekolah

Diperbarui: 25 Juli 2022   11:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sekolah sebagai lembaga  pendidikan harus siap mengantisipasi perubahan peradaban manusia ini. Perubahan perilaku manusia cenderung tidak terlepas dari teknologi dalam segala aktivitasnya dan juga harus diupayakan oleh sekolah/madrasah. Pengaruh pandemi Covid-19.

Memberikan pelajaran berharga betapa tidak relevannya peran sekolah/madrasah yang menjadi pusat pendidikan. Program pendidikan di sekolah dan Madrasah, yang dulu dianggap sangat penting untuk melemahkan kualitas pendidikan, kini tampak sia-sia. Pemerintah telah membatalkan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), melarang kegiatan keramaian dan program penting lainnya yang mungkin sudah ada di sekolah dan madrasah.

Kegiatan tersebut saat ini sedang digantikan dengan kegiatan yang  dilakukan secara online, namun karena situasi darurat saat ini, pemerintah saat ini  tidak mewajibkan semua program sekolah/kedokteran dilakukan secara online. Namun, saya percaya bahwa kegiatan online saat ini bisa  menjadi proses pertama dari perubahan paradigma dalam penerapan PBM di pendidikan dari prasekolah ke pendidikan tinggi. 

Oleh karena itu, jika Anda tidak ingin sekolah/Madra Anda tersingkir dari perubahan ini,  mau tidak mau Anda harus mengikuti perubahan ini. Sekolah / Madrasah memikirkan hubungan antara siswa dan orang tua tentang sarana dan prasarana pendukung pembelajaran online, melatih guru untuk mempelajari teknologi yang mendukung pembelajaran online, dan mengubah metode pembelajaran yang diterapkan.

Gedung-gedung sekolah dan Madres yang megah, yang semula bercirikan hiruk pikuk  guru dan siswa, suatu saat bisa menjadi tempat sepi yang bisa  berubah fungsi karena akan dikenang dan tidak digunakan kembali untuk kegiatan belajar.  

Masyarakat saat itu  tidak harus datang ke sekolah untuk belajar, mereka berada di rumah, bermain komputer, laptop, atau gadget untuk  kegiatan belajar. Guru hanya perlu menjadi mentor dan fasilitator  jarak jauh yang melakukan aktivitas yang sama dengan siswa. 

Mainkan perangkat yang Anda butuhkan untuk mendukung pembelajaran online. Situasi saat ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan, dan perubahan manajemen manajemen pendidikan sangat diperlukan untuk mengikuti perubahan yang sangat cepat. 

Metode pembelajaran manual dan tradisional kini secara bertahap digantikan oleh sistem digital online dengan ruang dan waktu yang tidak terbatas. Peran sekolah/Madrasah menjadi lebih dinamis dan tidak lagi hanya sebagai tempat bertemunya guru dan siswa yang melakukan PBM.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline