Lihat ke Halaman Asli

Ayah

Diperbarui: 3 Desember 2023   02:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Saat masih kecil sering sekali bercanda dengan ayah. Saat kecil kita mungkin masih bisa bercanda dengan ayah. Kita mungkin merindukan bermain layangan dengan ayah, bermain kejar kejaran, dan tertawa bersama.

Saat masih kecil jika ingin keluar rumah untuk bermain bersama teman kita selalu mencium tangan ayah sebelum keluar. Tetapi saat sudah dewasa kita sudah malu untuk mencium tangan ayah lagi.

Ayah adalah pahlawan kita sebagai anak. Ayah mungkin sering memarahi kita, tetapi sebenarnya dia sedang menasihati tetapi hanya caranya sedikit kasar mungkin. Ayah sangat baik, kita meminta uang hanya lima ribu tetapi ayah memberi kita sepuluh ribu.

Ayah saat kita sudah dewasa, ayah sudah menua. Terkadang kita merasa sedih, padahal dulu selalu bermain bercanda dan tertawa dan tak terasa waktu berlalu cepat, dan ayah sudah mulai menua. Kita berlomba dengan umur ayah, semoga ayah bisa melihat kita meraih cita-cita anak kecilnya ayah.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline