Lihat ke Halaman Asli

Natara

Blogger

Ada Rencana Mengadakan Resepsi? Buat Lebih Ramah Lingkungan Yuk!

Diperbarui: 24 Oktober 2021   18:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. Pribadi

Resepsi pernikahan yang berkesan tentu menjadi impian bagi semua orang. Harapan hanya dilakukan sekali seumur hidup dalam resepsi membuat banyak orang berpikir keras menyiapkan konsep resepsi impiannya, mulai dari resepsi dengan konsep mewah di tepi pantai ala sultan, hingga resepsi sederhana yang hanya dihadiri oleh orang terdekat. Tapi pernahkah terpikirkan untuk membuat resepsi pernikahan  yang lebih ramah lingkungan? Kalau belum, mungkin ini bisa jadi ide keren di resepsi mu nanti.

Konsep resepsi pernikahan yang lebih ramah lingkungan ini terbersit dalam benakku saat menyaksikan langsung banyaknya tumpukan sampah setelah berlangsungnya sebuah resepsi di dekat rumah. Tumpukan sampah tersebut tak hanya berasal dari sampah gelas plastik saja, tapi juga dari sampah dekorasi, sampah pembungkus hadiah, sisa makanan dan masih banyak sampah lainnya.

Sebagai penyelenggara acara resepsi, kita punya tanggung jawab untuk tidak meninggalkan masalah apapun sebelum, selama, dan setelah berlangsungnya acara. Jangan sampai mengkhianati bumi di hari bahagia yang sakral itu . Setuju kan?! Dengan sedikit penyesuaian di beberapa lini, bisa jadi dampaknya akan terasa lebih signfikan loh. Tenang saja, insya Allah tak akan mengubah kesakralan dan momen spesial mu kok. Yuk coba terapkan beberapa hal ini di resepsi mu nanti!

 Undangan berakhir di tempat sampah? Big No!!!

Dok. Pribadi

Ada rasa sayang ketika harus membuang undangan setelah resepsi nya selesai, tapi mau disimpan pun tak ada gunanya. Alhasil, secantik apapun desain undangannya tetap saja akan berakhir di tempat sampah. Iya nggak sih? Mungkin ending cerita dari 'si undangan' tersebut akan berbeda jika dari awal dikirim dalam bentuk digital saja. Toh saat ini teknologi digital sudah kian berkembang, seharusnya undangan digital pun dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Bonusnya, kita bisa meminimalisir sampah undangan setelah resepsi selesai.

Lalu bagaimana dengan para orang tua yang sedikit jauh dengan teknologi digital? Nah untuk yang satu ini, bisa dipilih undangan dengan konsep yang bisa digunakan kembali. Contohnya saja, mencetak undangan di tas belanja, kalender, buku, dan lain sebagainya. Dengan demikian, setelah resepsi, 'undangan' tersebut tak berakhir di tempat sampah dan bisa digunakan kembali oleh sang penerima .

Lokasi resepsi yang lebih ramah lingkungan, indoor atau outdoor?

Lokasi resepsi ini akan erat kaitannya dengan pemakaian energi listrik selama berlangsungnya acara. Simpelnya, jika resepsi dilakukan didalam ruangan, tentu akan ada tambahan kebutuhan lampu, dan pendingin ruangan yang cukup besar. Nah hal tersebut bisa diminimalisir jika resepsi nya dilakukan secara outdoor atau di luar ruangan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline