M'jadi penonton saat ini atau selamanya,
Allah lah yg tau apa yg kita tak tau
Akan ada pemandangan yg mengharukan
Dibalik remang remang senja
Walaupun sudah mendera
Namun tak ada yg dipeduli manusia
Mungkin bagi yg makan kacang
Hampir lupakan kulitnya
Karena kacang sudah kecut
Dikata tak sedap
Habis kan kacang di makan
Nikmati dirasa sudah hilang
Kulit tetaplah kulit
Isi telah menjadi ampas
Kacang hanya tinggal cerita
Mungkin iNilah yg terbaik
Walau sebenarnya buruk dimata
Owalah, saat rekah menghias wajah
Disitu ada keluh mereka
Yg sudah tergerus masa
Sambil seraya berdoa
Mengharap senyum yg serupa
Iya biasalah takdir
Hanya Allah yg tau
MungKin 10 tahun 20 tahun
kulit kulit kacang akan bertahan
Atau menjadi fosil
Yg suatu saat dihargai
Bak sang arkeolog
Menilai suatu yg telah hampir melewati masa
Atau pasti di bawa mati
Setelah mereka berhalusinasi
Terbawa emosi mimpi
Setelah kacang ikut berkarat
Tenang, tenang bukan kah rezeki itu sudah di pilah pilah
Tinggal kita saja yg akan meraihnya
Andaikan ada sebongkah berlian
Di bawah galian tanah berlumut
Besok pasti akan di buru
Insya Allah