Lihat ke Halaman Asli

Nasrul

nasrul2025@gmail.com

Gempa Turki Wajib Menjadi Pelajaran bagi Aceh

Diperbarui: 9 Februari 2023   07:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Reruntuhan gempa Turki 7.8 R (kompas.com)

 

Dua hari yang lalu Turki dilanda gempa darat 7.8 Righter selama 1 menit. Namun, walaupun satu menit tapi mampu menghancurkan gedung -gedung besar dan efeknya sampai 19 provinsi sehingga presiden Turki Toyyib Erdogan mengatakan 7 hari berkabung nasional.

Gempa yang terjadi di Turki yaitu gempa geser antara lempeng tektonik anatolia barat dan anatolia timur yang mengakibatkan daya rusak yang parah karena terjadi di darat pada kedalaman 17,9 km bawah permukaan bumi.

Sampai sekarang di Turki masih terjadi gempa susulan yang lumayan besar. Oleh karena itu, masyarakat Turki harus terus waspada terhadap gempa sebab gempa tidak tahu kapan akan terjadi lagi, lebih baik pindah ke tempat pengungsian karena jika tetap ada di rumah atau apartemen akan berbahaya.

Dari bencana gempa Turki, masyarakat Aceh harus juga belajar sebab geografis daerah Turki hampir sama dengan Aceh. Karena Aceh juga ada lempeng semangko yaitu lempeng tektonik yang bergerak secara bergeser dan lempeng tektonik semangko juga di darat yaitu di sepanjang pulau Sumatra di awali dengan Lampung sampai Aceh.

Lempeng semangko terjadi di Aceh yaitu akhir 2016 yang berkekuatan 6.5 Righter di Pidie jaya. Akibat gempa ini banyak bangunan yang hancur sebab lempeng semangko adalah lempeng tektonik yang ada di darat dan biasanya daya rusaknya tinggi sebab gempa atau sumber gempanya sangat dangkal di bawah permukaan bumi.

Aceh, selain mempunyai lempeng semangko di darat juga mempunyai lempeng di laut yaitu lempeng tektonik eurosia dan indo-australia yang daya rusaknya tidak terlalu parah namun dapat mengakibatkan tsunami. Dan Aceh pernah merasakannya saat tahun 2004 lalu yang mengakibatkan 200.000 ribu orang hilang dan meninggal.

Dari peristiwa - peristiwa yang sudah terjadi seharusnya pemerintah Aceh dan juga masyarakat Aceh harus lebih memahami makna mitigasi bencana supaya di kemudian hari tidak banyak korban jiwa yang meninggal sebab gempa pasti akan terjadi di masa depan.

Dari peristiwa di Turki, Aceh wajib belajar bagaimana bangunan yang baik di bangun supaya tidak mudah roboh saat gempa. Karena jika banyak bangunan yang roboh maka tentu akan banyak kerugian yang timbul seperti kehilangan nyawa dan kehilangan tempat tinggal.

Oleh karena itu, sudah seharusnya qanun atau aturan di Aceh tentang mendirikan bangunan wajib di terapkan dengan menilai tentang bahan yang digunakan dan bangunan yang sesuai di dirikan dimana sebab sekarang masyarakat Aceh sebarang saja mendirikan bangunan rumah tanpa konsultasi sama ahli dari pemerintah Aceh.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline