Lihat ke Halaman Asli

Nasrul

nasrul2025@gmail.com

Rantai Babi (Rante Bui) yang Pernah Populer pada Masa Konflik Aceh

Diperbarui: 2 November 2020   07:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi rantai babi (rante bui) yang pernah ada. (dok.tengkuputeh.com)

Dalam masa pemberontak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terhadap pemerintah Indonesia dulu banyak kisah heroik dan mistis pejuang Aceh dalam menghadapi gempuran pasukan Indonesia yaitu Tentata Nasional Indonesia (TNI). 

Salah satu cerita yang sering saya dengar dari Ayah saya adalah tentang kehebatan pejuang Aceh dalam menghadapi tentara Indonesia. Kehebatan pejuang Aceh  bisa menghilang atau musuh tidak tampak, bisa juga bersembunyi di dalam parit dan yang paling hebat adalah bisa menahan laju peluru dengan badannya artinya mempunyai tubuh yang kebal peluru tentara.

Cerita ini antara percaya atau tidak percaya. Saya berharap pembaca untuk bijaksana dalam menyikapinya karena kisah ini sebuah cerita dari ayah saya. Jadi, pejuang Aceh yang kebal peluru tentara ialah anggota yang di dalam tubuhnya ada "rantai babi". 

Rantai babi di pasang biasanya di dalam daging paha atau lengan tangan. Oleh karena itu, dengan adanya rantai babi maka peluru tidak bisa tembus ke dalam tubuh pejuang Aceh.

Kebalnya  pejuang Aceh dengan peluru tentara ini sehingga ada satu cerita bahwa seorang pejuang Aceh yang masih muda dan baru bergabung dengan GAM dengan semangatnya menyerang konvoi tentara dengan senjata AK -- 47 seorang diri. 

Dengan senjata seadanya itu dia menembak truk yang membawa tentara Indonesia. Tentara Indonesia yang memang sudah sangat professional dengan kemampuan senjata tempurnya segera menembak ke penyerang mereka. 

Apa yang terjadi sungguh membuat tentara Indonesia terheran -- heran karena peluru yang mereka tembakkan membal dan tidak bisa menembus badan pejuang Aceh.

Karena merasa diri kebal pejuang Aceh masih hidup berusah menghindar dengan tentara Indonesia, sebab tidak mungkin satu orang menghadapi dua truk tentara dengan senjata lengkap. Sejak saat itu, banyak sekali kisah bahwa tentara takut berhadapan dengan pejuang Aceh yang anti peluru tapi rompi anti peluru.

Tidak semua pejuang Aceh menggunakan rantai babi untuk melindungi tubuh mereka. Hanya ada beberapa yang beruntung dan mau menggunakan rantai babi. Sebab selain rantai babi susah di di dapat juga banyak pejuang Aceh yang sholeh dan mau melakukan shalat setiap saat sehingga sangat tidak baik rantai babi di pakai saat shalat.

Rantai babi berasal sisa makanan yang ada di gigi babi ada juga sebagian mengatakan bahwa rantai babi berasal dari orang sakti di berikan kepada babi tunggal atau babi yang suka menyendiri. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline