Lihat ke Halaman Asli

Ruang Kenang

Diperbarui: 18 Juni 2015   01:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dan benar memang,

Malam ini memang tak sebegitu sepi

Bahkan cenderung penuh dengan gemerlap cahaya

Namun, entah mengapa

Tak mampu aku pungkiri ketika sunyi

Telah meminta ruang lebih dalam langit hati

Dan sungguh, tanpamu, sunyi hati semakin menyayat dinding hati

***

Dan benar memang,

Gemerlap pijar gemintang memenuhi langit malam

Bersenda gurau dan bertegur sapa dengan sang dewi malam

Tuk menemani dinginnya laju malam setiap insan

Namun, entahlah mengapa

Tak sanggupku menahan dinginnya gelisah jiwa ini

Pun jua untuk sekedar memalingkan angan

Ketika bayang wajahmu telah memenuhi ruang kenang

***

Dan benar memang,

Pagi akan kembali menyapa

Setelah malam purna menemani mimpi kita

Namun, entahlah

Selalu saja ada gundah yang menyerta

Ketika adamu kini kian bias adanya.

***

Dan benar dinda

Sampai kini jiwa ini tak pernah letih

Bercengkrama dengan rindu yang mendera

Tuk berdialektika dengan hasrat dan rasa yang ada

Pun menikmati lara tanpa luka

Yang tak pernah sepi memahat dinding jiwa

[ND]

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline