Maraknya euforia karnaval sound system, sound system merupakan alat musik yang memperkuat audio menjadi lebih jelas dan keras. Karnaval yang dulunya merupakan suatu pertunjukan budaya, pameran 17 Agustus (Hari kemerdekaan), menyambut hari besar dsb. Saat ini marak sekali karnaval menggunakan Sound System yang menjadi ajang pemilik sound untuk menampilkan sound mereka dengan teknologi sound canggih ataupun juga para komunitas para pecinta Sound sebagai ajang hiburan.
Sound ini berparade di jalanan dengan berbaris-baris setiap sound memutar lagu dengan genre DJ, Dangdut, dan Reggae memutar dengan audio yang sangat keras biasanya mencapai 135 dB, yang pada dasarnya setiap manusia hanya bisa menoleransi audio dengan batas 20 Hz hingga 20.000 Hz. Bahkan sering terjadi kaca pecah dirumah-rumah yang menjadi jalan parade sound system yang biasanta iburan ini dilakukan di desa-desa dan kota. Masyarakat sekitar tempat karnaval menjadi terganggu karena audio yang sangat keras, biasanya karnaval ini dilakukan di siang hari hingga dini hari serta diikuti jogetan-jogetan yang kurang baik di pandang.
Hiburan masyarakat yang seharusnya menjadi contoh masyarakat yang baik malah memunculkan habituasi yang tidak mendidik atau tidak bermutu, meninggalkan pameran budaya yang harusnya dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda. Bukan hanya kemeriahan saja yang diutamakan dalam menyambut hari besar tetapi juga bagaimana hiburan ini dapat menjadi pengetahuan anak-anak muda dan melestarikan budaya dengan pameran seni tari, musik indonesia juga hal mendidik lainya.
Hiburan ini menurut beberapa orang yang tidak terlalu menyukai kebisingan akan mengganggu tetapi beberapa orang yang menyukainnya merasa senang karena adanya hiburan sound system yang baginya menarik dan menyenangkan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H