Lihat ke Halaman Asli

Najla Tiara

Universitas Mercu Buana Teori Akuntansi Dosen: Apollo, Prof. Dr, M.Si.Ak, CIFM, CIABV, CIBG

Akuntansi Model Jawa/Kejawen

Diperbarui: 17 April 2022   10:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Akuntansi sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa akuntansi telah Masuk di berbagai macam bidang yang tentu Saja berkailan langsung dengan keuangan maupun ekonomi global, dapat dipastikan bidang akuntansi absolut juga Masuk dalam bidang yang Bahkan Tidak ada Akuntansi di dalamaya. Pengertian akuntansi sendiri yaitu informasi yang dapat menjelaskan mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan kepada pihak yang membutuhkan laporan tersebut dan berlaku bagi segala macam kegiatan dan untuk menentukan sebuah keputusan.

Adapun kegiatan akuntansi sebagai berikut:
*Pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan keputusan
*Pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dapat dihasilkan
*Mengomunikasikan informasi kepada pengguna laporan

Perkembangan akuntansi dapat disebut sebagai perkembangan yang dinamis, dapat dilihat dari pandangan yang paling sederhana mengenai akuntansi sebagai sistem untuk pencatatan, sehingga pandangan terbaru mengenai akuntansi dapat disebut sebagai sistem informasi yang penuh dengan teknologi. Perkembangan akuntansi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti, kondisi budaya, ekonomi, hukum, social dan politik dalam perkembangan akuntansi itu sendiri. Masyarakat Jawa tergolong sangat kuat dan juga memiliki unsur budaya yang kental dalam melestarikan kearifan local yang dimiliki, masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi nilai tradisional yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang mereka, apalagi jika membahas mengenai komunitas kejawen yang Bernama Connect Roso.

Paguyuban Kejawen terletak di Jalan Garum yaitu paguyuban yang memiliki visi dan misi untuk melestarikan kebudayaan Jawa. Paguyuban Kejawen biasanya beranggotakan laki laki dan perempuan paruh baya, selain itu terdapat beberapa pemuda dan pemudi yang telah ikut menjadi anggota paguyuban tersebut. Dalam paguyuban Kejawen mereka memiliki tujuan untuk melestarikan budaya Jawa maka dari itu usaha yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mengadakan acara atau kegiatan yang berkaitan khusus dengan kebudayaan Jawa itu sendiri. Mereka juga melakukan kegiatan ekonomi untuk mensejahterakan anggotanya dan keperluan dalam hal operasional.

Aktivitas ekonomi yang dilakukan dalam paguyuban Kejawen ini disebut dengan "bongkaran", yang mempunyai konsep dengan mengumpulkan uang kepada bendahara yang nantinya akan diakumulasikan sebagai banyaknya "bongkaran" yang akan didapat oleh anggota dan sebagai kas bagi paguyuban tersebut. Meski hanya berupa paguyuban Kejawen , organisasi ini memiliki struktur seperti organisasi lainnya dimana didalamnya terdapat pelaksanaan kebijakan yang kegiatannya dipimpin oleh suatu pimpinan yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan juga terdapat seorang penasihat, dimana mereka semua memiliki tugas untuk bertanggung jawab penuh dalam mengurus organisasi dan kegiatan yang berlangsung.

Sumber:
https://docplayer.info/197947776-Model-akuntansi-kejawen-bongkaran-studi-pada-paguyuban-sambung-roso-desa-sidodadi-kecamatan-garum-kab-blitar.html




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline